judul gambar
judul gambar

Warga Resahkan Tempat Penampungan Daging Babi

Bengkulu Manna – IndonesiaDetik.Com – Warga Dusun Rantau Panjang, Desa Ketaping, Manna meresahkan keberadaan tempat penampungan daging babi di dekat pemukiman penduduk. Pasalnya menimbulkan bau yang tidak sedap. Tidak hanya itu, bulu dan tulang babi berserakan di sekitar pemukiman.Kamis,23/09/2021.

“Saya sampai 3 minggu tidak mau makan gara gara bau babi,” kata Yuslidah (63) warga setempat.

Dikatakan Yuslindah, dengan kondisi tersebut dirinya berharap Pemda Bengkulu Selatan (BS) dapat menutup usaha tersebut. Sebab warga tidak menerima kehadiran usaha penampungan daging babi itu.

” Kami minta usaha ini ditutup, kami tidak mau daerah kami tercemar,” imbuhnya.

Hal senada dengannya, Rahmah (68) warga lainnya yang rumahnya juga berdekatan dengan tempat penampungan daging babi tersebut juga mengaku setiap hari di daerah tersebut selalu menimbulkan bau tak sedap. Bahkan dirinya khawatir darah babi dapat mencemari sumurnya. Karena lokasi pemotongan babi sangat dekat dengan sumurnya.

Baca Juga:  Wakapolda Bengkulu Secara Resmi Buka Pelatihan Penyidik PNS

“Kami sudah tidak tahan lagi dengan keberadaan usaha penampungan daging babi itu,” keluhnya.

Diceritakan Rahmah, usaha tersebut sudah berjalan sekitar dua bulan. Sebelumnya pemilik usaha itu HL meminta persetujuan warga untuk membuka usaha tempat karoukean. Hanya saja seiring berjalannya waktu, di tempat tersebut dibuka usaha penampungan bahkan tempat penyembelihan babi.

“Padahal awalnya hanya buka usaha karoukean, namun lama lama membuka usaha babi,” ujarnya dengan nada kesal.

Adapun Kepala Desa Ketaping, Manna, Aprino Maryogi mengaku belum mengetahui pasti usaha tersebut. Dirinya mengaku selama ini pemilik usaha tersebut yakni HL hanya berburu babi. Namun dengan adanya keluhan warga tersebut, dirinya mengaku akan segera berembuk dengan warga dan tokoh masyarakat desa setempat untuk mencari solusi terbaik.

Baca Juga:  DPRD Bengkulu Selatan Syahkan PerDa RPJMD 2021-2026

” Saya baru dilantik menjadi kades, saya baru tahu, namun saya akan carikan solusi untuk mengatasi masalah itu,” ujarnya.

Aprino Maryogi juga mengaku sebelumnya pemilik usaha tersebut belum pernah mengajukan izin usaha kepada pemerintahan desa. Sebab kalaupun ada pengajuan izin, dirinya tidak akan pernah memberikan izin usaha tersebut di dekat pemukiman warga. Pasalnya akan meresahkan warga.

” Kami tidak tahu apakah kades sebelumnya yang memberi izin, kami akan telusuri perizinannya, jika tidak ada tentu akan kami tutup,” terang Aprino Maryogi.

Kapolres BS, AKBP Juda Trisno Tampubolon SH SIK MH melalui Kasat Reskrim, Iptu Gajendra Harbiandri STK SIK MH didampingi Kanit Tipiter, Ipda Erik Fahreza SH mengaku akan menyelidikinya, jika tidak ada izinnya, maka wajib ditutup.

Baca Juga:  Miliki Sabu dan Ganja, 2 Warga Kota Bengkulu Diamankan Dit Res Narkoba

” Kami akan telusuri perizinannya, jika ilegal tentu wajib ditutup,” ujar Erik. (Lidya)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *