judul gambar
judul gambar

Warga Makin Resah, Judi Tembak Ikan ‘SS’ Semakin Merajalela

warga
Simalingkar | IndonesiaDetik.Com – Warga Simalingkar Resah, hingga sampai saat ini pada Sabtu malam (6/11/21) praktik judi jenis tembak ikan di Jl.Merica Raya Ujung dan Jati 18 Desa Perumnas Simalingkar A, Kabupaten Deli Serdang tetap saja masih beroperasi.

Hal ini warga juga membuktikan bahwa para pengelola judi tembak ikan merk ‘SS’ di desa Simalingkar sepertinya tidak gentar pada aparat kepolisian selaku aparat penegak hukum di wilayah PancurBatu dan Deliserdang.

Menurut informasi dari masyarakat yang tidak ingin disebut namanya mengatakan pengelola seakan-akan sudah “main mata” dengan oknum aparat. Sehingga lapak judi tersebut makin ramai dan berkiprah hingga saat sekarang ini.

Bahkan diduga tidak pernah dilakukan penggerebekan dari pihak aparat kepolisian setempat menurut warga, dan mustahil untuk dapat dilakukan Pengamanan ucap salah satu penjaga mesin yang bernama “Bahri” selaku pekerja tukang bongkar Mesin tembak ikan yang terletak di dua titik lokasi berdekatan.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan Memusnahkan Barang Bukti Tahun 2019

warga

Tindakan pengelola lapak perjudian ini jelas – jelas melecehkan aparat penegak hukum karena nekat melanggar undang undang sesuai Pasal 303 ayat (1) KUHP, berbunyi : Diancam dengan kurungan paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak sepuluh juta rupiah:

Namun pengelola perjudian jenis tembak ika di Simalingkar, Kecamatan Pancur Batu jelas jelas tidak menghiraukan undang-Undang Tersebut dan Warga pun semakin bingung.

Warga pun bingung kenapa hal ini bisa terjadi. Padahal saat ini Kapoldasu Irjen Pol Panca Putra Simanjuntak tegas memerintahkan seluruh jajarannya termasuk Kapolrestabes Medan Kombes Pol Riko Sunarko untuk agar segera membubarkan semua jenis kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan di tengah masa pandemi dan jika sudah sangat meresahkan warga sekitarnya.

Baca Juga:  Polres Kaur Kurang Tanggap Cari Keadilan Ke Polda Bengkulu

Kegiatan perjudian di Simalingkar tersebut diduga sudah berlangsung hampir kurang lebih 5 bulan lamanya dan belum pernah sekali pun polisi berhasil menangkap pemilik lokasi dan serta bandarnya.

“Nah, ada apa? Kenapa polisi tak pernah bisa menangkapnya? Tapi pertanyaan sebenarnya bukan itu. Tapi maukah polisi menangkapnya?,” papar warga dengan penuh kesal.

Amatan awak media IndonesiaDetik.Com ini, setelah meninjau langsung ke lokasi perjudian ini, pengunjung yang agak ramai didatangi oleh para pemainnya tanpa mengindahkan serta mengikuti Protokol Kesehatan pada saat bermain.

“Kami sih sebenarnya resah bang, karena banyak pemain judi yang datang dari luar daerah ke lokasi ini, kami sebagai warga hanya bisa pasrah saja tempat kami ini dijadikan lokasi judi, habis kami tidak berani melawan mereka, karena saya dapat kabar bahwa pengelola judi itu juga dekat dengan aparat dan petingginya,” ujar warga kembali.

Baca Juga:  Kejaksaan Negeri Bengkulu Selatan Lamban Tangani Kasus Korupsi

“Lokalisasi judi tersebut buka 24 jam bang dan yang menjaga mereka pun ramai, kalau kami sih warga setempat jangan di bawa bawa nama kami ya bang, karena kami takut kenapa kenapa, kalau bisa sih langsung dari Mabes Polri yang gerebek lokasi judi itu.” pungkasnya.

Sementara Kapolsek PancurBatu Kompol Dedi Dharma saat di konfirmasi wartawan berdasarkan laporan dari Warga langsung mengirim Pesan Singkat WhatsApp yang sampai saat ini juga belum ada tanggapan sama sekali. (Joe/Purba)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *