judul gambar
judul gambar

Warga Desa Batu Raya 1 Dan Batu Raya 2 Kec. Gunung Timang Butuh Perhatian Pemerintah Pusat dan daerah

MUARA TEWEH KALTENG – IndonesiaDetik.Com – Jalan poros penghubung Desa Batu Raya I menuju Desa Batu Raya II, Kecamatan Gunung Timang, Kabupaten Barito Utara kurang lebih 5 km tergolong super rusak parah.

Terlebih, pada musim hujan saat ini jalan di wilayah itu menjadi berlumpur, sehingga menyulitkan warga dalam mengangkut hasil perkebunan, baik jagung, pisang dan karet.

Jalan poros tersebut merupakan satu satunya akses warga Desa Batu Raya II, menuju Kecamatan Gunung Timang, maupun Ibu Kota Kabupaten Barito Utara Muara Teweh, Banjarmasin, dan Palangka Raya untuk menjual hasil pertanian.

Salahuddin, Warga Desa Batu Raya II mewakili warga lainnya memohon kepada pemerintah daerah maupun provinsi agar memperhatikan jalan penghubung antar desa tersebut.

Baca Juga:  BNSP Mengesahkan Skema Sertifikasi Wartawan dan Menetapkan LSP Pers Indonesia Sebagai Pelaksana Sertifikasi Berlisensi BNSP

“Kami berharap kepada pemerintah agar memperhatikan dan memperbaiki jalan yang menghubungkan Desa Batu Raya II menuju Desa Batu Raya I,” harapnya.

Salahuddin menjelaskan, keberadaan jalan itu sangatlah parah sekali, bahkan adanya kubangan lumpur dan berair. ucapnya

“Terkadang anak-anak sekolah, jika berangkat harus membawa pakaian dua lapis atau double untuk masuk sekolah,” terangnya.

Salahuddin mengatakan, warga disini mayoritas adalah seorang petani.

“Oleh sebab itu, kami berharap agar pemerintah memperhatikan keberadaan jalan ini, guna untuk memperlancar perekonomian warga mengangkut hasil taninya,” katanya.

Sementara itu, Bapa Natan warga Desa Batu Raya II menambahkan bahwa keberadaan jalan Desa Batu Raya I menuju Batu Raya II, sangat susah atau rusak.

Baca Juga:  Kopdar Ke-6 "Pasuruan Milik Kita" WAG PH Membludak Sukses!!!

“Kami sampaikan kepada Kadis PUPR Barito Utara bahwa keberadaan jalan penghubung antar dua desa ini sangatlah rusak parah,” katanya.

Bapa Natan menyebutkan, bahwa jalan tersebut merupakan satu-satunya akses warga untuk mengangkut hasil pertanian. Terlebih, sambung Bapa Natan, anak-anak sekolah pun harus lepas sepatu untuk melewati jalan yang rusak tersebut.

“Harapan kami semua, pemerintah daerah dapat memperhatikan dan memperbaiki jalan ini, guna untuk membantu perekonomian bagi warga,” tandasnya ke awak media ini (Aspio)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *