judul gambar

Vaksinasi Massal Yang Timbulkan Kerumunan, HMI dan GMKI Bakal Melaporkan Kapolda Sumut

Medan Sumut| IndonesiaDetik.Com – Badan Koordinasi Himpunan Mahasiswa Islam Sumatera Utara (BADKO HMI SUMUT) dan Koordinator Wilayah Gerakan Mahasiswa Kristen Indonesia (GMKI) Sumut-Aceh segera akan melaporkan Kapolda Sumut kepada Kapolri terkait kerumunan yang dilakukan pada kegiatan vaksinasi di Gedung Serbaguna Medan pada 3 Agustus 2021 lalu.(11/8/21)

Ketua Umum Badko HMI Sumut, Alwi Hasbi Silalahi didampingi Ketua GMKI Sumatera Utara Hendra Manurung, menilai bahwa terdapat kelalaian dalam pelaksanaan vaksinasi tersebut, yang menyebabkan kericuhan dan kerumunan yang dikhawatirkan menjadi kluster baru penyebaran Covid-19.

“Bagaimana mungkin, rakyat membuat kegiatan kecil saja kalau ada kerumunan langsung dihukum, tetapi Kapolda yang berbuat tidak ada reaksi sama sekali, jelas ini tidak adil,” ucapnya menerangkan.

HMI dan GMKI menegaskan, agar proses hukum berlaku adil bagi semua pihak, bahkan terhadap Kapolda Sumut sekalipun.

Baca Juga:  Hot News! Dewan Pers Tuai Perlawanan terkait Pemilihan Pengurus Baru

“Karena hukum adalah yang tertinggi di republik NKRI ini,” tegasnya.

Kemudian, lanjutnya, jika hasil pemeriksaan ternyata Kapolda salah ya beri dia hukuman. Karena beliau sudah melanggar, layaknya apa yang pernah dilanggar oleh masyarakat.

Untuk itu, HMI dan GMKI meminta Kepala Polisi Republik Indonesia (Kapolri) segera memanggil Kapolda Sumut dan segera di evaluasi. “Secepatnya kami akan segera menyiapkan surat berisi berkas laporan dan dokumentasi kericuhan dan kerumunan di gedung serbaguna,” ujarnya.

Kemudian, kasus seperti ini harus menjadi yang terakhir, jangan lagi Kapolda Sumut membuat kegiatan mengumpulkan orang banyak.

Terakhir, Hasbi menuturkan, seluruh pejabat Pemerintahan ataupun Forkopimda harus memberi contoh yang baik kepada masyarakat. “Kita harus kasih contoh bahwa hukum berlaku kepada siapa saja,” pungkas Hasbi.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol Hadi Wahyudi, memberikan penjelasan pada Sabtu (7/8/2021) lalu.

Baca Juga:  Kejuaraan Karate Bupati Cup V 2021 Resmi  Dibuka Bupati Beltim

Ia menjelaskan, kerumunan yang terjadi di GOR mini belum bisa dibuktikan adanya cluster baru.

“Sudah bisa di buktikan ada cluster baru? kira-kira untuk membuktikan cluster baru tersebut apakah seketika, sesaat atau bagaimana,” jelas Hadi seperti dikutip dari indonesiasatu.co.id.

Ditambahkan Hadi, tidak secepat itu timbul cluster baru dan harus ada pressing dulu, dan itu sudah terjadwal serta terencana maupun tersusun dengan baik.

“Secepat itu pressing yang dilakukan, kan harus dengan pressing, tidak bisa kita mengatakan secepat itu. Di GOR jalan pancing itu aman-aman saja, dan juga orang antusias ingin divaksin. Itu sudah terjadwal sudah terencana dan juga sudah tersusun,” terangnya.

Bahkan, lanjut Hadi, tenaga medisnya sudah ada, jumlah vaksin yang dipersiapkan sejumlah 3000 vaksin untuk tahap pertama, dan 1000 vaksin untuk tahap kedua sudah disusun semua.

Baca Juga:  RIP Bagi Para Jurnalis Di Seluruh Indonesia, Kasus Pasal Karet UU ITE Palopo Jaksa Tuntut Wartawan Asrul Hukuman 1 tahun Penjara

“Terkait dengan adanya antusiasme warga, ya itukan tidak bisa menolak antusiasme itu. Tapi kan kita sesuaikan dengan jumlah kapasitas vaksin, kemarin juga Polrestabes sudah menjelaskan dan juga satu hari setelah kejadian sudah saya sampaikan bahwa itu antusias warga,” ujarnya.

Tidak hanya itu, lanjut Hadi, tentang protokol kesehatan (prokes) yang diterapkan di luar maupun di dalam gedung semua pakai screning dan segala macamnya.

“Terkait dengan protokol kesehatan, itu kita terapkan protokol kesehatan, yang didalam segala macam itu proses prokesnya kita pakai screning segala macam,” tutup juru bicara Polda Sumut itu menjelaskan.

Sebelumnya, ribuan warga antre untuk melakukan vaksinasi di aula Gedung Serbaguna Pemprov Sumatera Utara, Kota Medan, Selasa (3/8/2021). Warga berdesakan untuk mengikuti vaksinasi yang diselenggarakan oleh Polda Sumatera Utara.(Joe)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.