judul gambar
judul gambar

Trend Kopi ala Milenial by Zairi

Lubuklinggau, indonesiadetik.com –Sabtu, 17 April. Kopi merupakan minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk, dimana banyak sekali cara penyajian kopi untuk mendapatkan cita rasa yang pas. Dan dari tahun ke tahun produksi kopi di Indonesia juga semakin meningkat, pada tahun 2020 produksi kopi di Indonesia mencapai 773.409 ton dengan pertumbuhan setiap tahunnya 2-3%. Dan ini tentu menjadi peluang sekaligus tantangan buat kita semua, bagaimana kita bisa memanfaatkan potensi yang ada pada saat ini.

Pada abad ini kopi menjadi trend dikalangan anak muda atau yang lebih suka dikenal dengan kaum Milenial. Pasalnya selain mereka menggemari minuman kopi ini, mereka juga berani terjun langsung untuk membuka bisnis kopi mulai dari hulu hingga ke hilir seperti café hingga startup. Dimana konsep yang mereka usung adalah selain menyediakan minuman kopi, biasaya konsep yang dipakai harus instagramable sebagai daya tarik sendiri.

Baca Juga:  Pembebasan Pajak Bermotor Roda Dua Masih Tunggu Persetujuan Legislatif

Dan tidak hanya itu saja selain membuka tokoh secara offline, para milenial ini juga menjual kopi yang siap seduh atau sudah dikemas didalam botol dengan berbagai varian rasa. Dan yang menariknya nama kopinya pun juga tidak biasa seperti Kopisoe Goela Merah, Kopi Lupakan Dia, Fore Pandan Latte, Es Kopi Pokat dan lain-lain.

Dan ini merupakan salah satu diversifikasi produk yang sangat banyak diminati oleh konsumen karena konsumen tidak perlu datang ke kafe untuk menikmati kopi yang enak. Bahkan kopi sendiri pada saat ini sudah menjadi lifestyle di kalangan kaum milinenial, sehingga banyak sekali dari mereka yang sehari-harinya tidak terlepas dari kopi.

Baca Juga:  Lakalantas, Colt Diesel Parkir Sembarangan Kepala Dump Truck Ringsek

Selain itu pada saat ini sudah banyak kaum milenial yang bahkan terjun langsung dalam proses budidaya hingga pengolahan pasca panen kopi itu sendiri. Dimana biasanya kalau dulu pengolahan masih dilakukan secara sederhana, serta kopi yang dipetik masih campuran dan tanpa adanya proses lanjutan, tapi pada saat ini kaum milenial sudah menerapkan teknologi tepat guna dalam melakukan proses pasca panen sehingga kopi yang dihasilkan adalah kopi-kopi terbaik yang ada di nusantara.

Menurut Zairi, “Selain mendapatkan profit bagi owner, dampak yang ditimbulkan oleh adanya usaha yang dilakukan oleh kaum milenial ini adalah adanya peningkatan pendapatan oleh petani sehingga berdampak pada kesejahteraan serta penambahan skill yang transfer oleh kaum milenial ini”. Karena biasanya konsep yang ditawarkan oleh kaum milenial dalam usahnya adalah pemberdayaan peatani sehingga akan membetuk Circle Social Entreprise.

Baca Juga:  Batasi Kemitraan Media, DPI Minta Rancangan Perbup Gorontalo Dibatalkan

Doc.Mr Bay

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *