judul gambar
judul gambar

Tidak Profesional, Pekerja putuskan pipa saluran air masyarakat di Jalinsum Bukittinggi-Medan.

Agam Sumbar. IndonesiaDetik.Com – Seperti yang kita ketahui bersama JALINSUM Bukittinggi-Medan saat ini sedang ada pengerjaan saluran air, pengerjaan ini diawasi dan dikelola oleh PUPR, yang menggunakan anggaran Nasional, yang mana pekerjaan ini dilakukan dengan swakelola.

Kemarin (29/08/21) pekerjaan ini menggali saluran air di Jorong Bancah Laweh, Nagari Pasia Laweh. Yaitunya Nagari Konstitusi ke 4 RI, para pekerja di lapangan dengan tanpa pemberitahuan kepada masyarakat pengguna air. Memutuskan pipa saluran air kerumah rumah warga ini.

Saat Chaiang(42) salah satu warga setempat menanyakan kepada mereka, mereka meminta maaf dan berjanji akan memperbaikinya lagi, nanti setelah jam istirahat, chaiang menghubungi perangkat Nagari Konstitusi ini yaitunya Mahyudanil yang adalah wali jorong Aua Kuniang Bancah Laweh. Wali jorong ini menghubungi ketua lapangan pekerjaan ini, dan menurut ketua lapangan ini akan diperbaiki.

Baca Juga:  Kapolres Bukittinggi Pimpin Apel Bersama Jajaran Setelah di Vaksin

Alhasil pagi ini, Senin (30/08/21) air belum juga mengalir kerumah warga, saat kami tengok dan lihat, ternyata pipa Pamsimas ini tidaklah dilem kembali dan dibiarkan saja oleh pihak pekerja ujar Chaiang.

Dalam hal ini Chaiang berinisiatif menyampaikan kepada salah seorang supir dari pihak pekerjaan saluran air ini, untuk kembali memperbaikinya. Dan mendatangi wali jorong ini pagi tadi, tau taunya wali jorong ini kemungkinan masih tidur. Dan kami coba hubungi Yusmedi selaku pihak atasan dari para pekerja ini, sayangnya Yusmedi tidak mengangkat telpon kami, imbuh Chaiang

Semoga dengan adanya hal ini, tidak terjadi lagi dikemudian hari, selaku pekerja memang itu adalah tugas mereka memperbaiki saluran air ini, namun janganlah arogan. Sebaiknya diberitahukan terlebih dahulu terhadap warga masyarakat ataupun perangkat desa atau wali nagari, dan perbaiki kembali pipa air tersebut, seperti sedia kala. Karena air adalah sumber kehidupan, apalagi ini terjadi dinagari konstitusi RI, pungkas Chaiang mengakhiri. ( fendy st mudo)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *