judul gambar

Tersangka Pencurian Motor Di Tangkap Polres Agam

Agam,indonesiadetik.com-  AC (47) pelaku pencurian sepeda motor di kabupaten agam berhasil di ringkus jajaran polres agam,saat hendak menjual hasil curian di Pasar Rabaa, Kecamatan Tanjungraya, Jumat.

Kapolres Agam, AKBP Dwi Nur Setiawan didampingi Kasat Reskrim Polres Agam, AKP Farel Haris di Lubukbasung, mengatakan warga Kelok 44 Jorong Kuok Tigo Koto, Nagari Matua Mudik, Kecamatan Matur, Agam itu ditangkap sedang mengendarai sepeda motor jenis Honda Revo tanpa memiliki nomor polisi di pasar.

anggota kita melakukan pengembangan dan berhasil mengamankan satu unit sepeda motor Honda Scoopy hasil curian  Kabupaten Tanah Datar.

Polres agam juga menyita kunci T yang di gunakan pelaku utk merusak kunci kontak, satu buah reng 10-11, satu buah kunci reng 10-12 dan kunci reng kombinasi pas 12-12.
Saat ini tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Agam untuk proses selanjutnya,” katanya.

Baca Juga:  Kedatangan Habib Lutfi Bin Yahya Disambut Ketua FORKOLIMAT

Penangkapan ac ini berawal dari laporan masyarakat Jorong Pariak Panjang, Nagari Pariak Panjang, Kecamatan Matur ke Polsek Matur pada Kamis (5/11) sore, setelah sepeda motor jenis Honda Revo miliknya hilang di parkir rumahnya.

Melalui mengembangkan kasus ini akhinya tersangka berhasil diringkus kurang dari 48 jam,” katanya.

Sebelumnya tersangka sudah mengintai motor dari kejahuan dan sampai pemilik kendaraan lengah

Melihat kondisi itu, tersangka langsung mengambil dan membawa lari sepeda motor itu.

Dari keterangannya, tersangka sudah melakukan perbuatannya semenjak 2019 di empat tempat keajadian di wilayah hukum Polres Agam dua tempat kejadian perkara, Bukittinggi satu tempat kejadian perkara dan Tanah Datar satu tempat kejadian perkara.

Baca Juga:  Polda Bengkulu Terima Penghargaan Peringkat 3 Laporan Keuangan Terbaik Se-Provinsi Bengkulu

Satu unit sepeda motor dijual seharga Rp1,5 juta sampai Rp3 juta per unit,” katanya.

Atas perbuatannya, tersangka diancam Pasal 363 Ayat (1) ke 5 KUHP dengan ancaman hukuman maksimal tujuh tahun penjara.

Dengan kejadian itu, Dwi mengimbau warga untuk meningkatkan kewaspadaan dengan cara memakirkan sepeda motor di lokasi lebih aman, menambah kunci pengaman dan lainnya.

Selain itu tidak membeli sepeda motor yang tidak dilengkapi surat-surat kendaraan, agar tidak terlibat apabila kendaraan yang dibeli hasil curian.(vani rian)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.