judul gambar

Terlibat Jaringan Narkoba, 6 Mantan Petugas Lapas Riau Dikirim Ke Nusakambangan

PEKANBARU, indonesiadetik.com – Sebanyak enam warga binaan yang merupakan mantan pegawai Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) di Provinsi Riau, dipindahkan ke Lapas Nusakambangan , Kabupaten Cilacap, Jawa Tengah. Keenamnya merupakan napi kasus narkoba.

Kantor Wilayah Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Riau memindahkan enam orang mantan petugas lembaga pemasyarakatan (Lapas) di provinsi Riau yang kini berstatus narapidana karena terlibat jaringan pengendali narkoba ke Lapas Nusakambangan.Jum’at (19/02/2021).

Pemindahan ini instruksi dari Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjen PAS), bahwa pegawai yang saat ini menjalani hukuman sebagai narapidana narkoba harus dipindahkan semuanya ke Lapas Nusakambangan.

“Pemindahan enam orang narapidana ke Nusakambangan , merupakan tindak lanjut dari perintah Bapak Direktur Jenderal Pemasyarakatan kepada seluruh Kakanwil,”.

Kepala Divisi Permasyarakatan Riau Maulidi Hilal mengatakan tindakan tegas itu merupakan upaya nyata dari Kemenkumham untuk memberantas jaringan narkoba dari balik penjara.

Bertempat di lapas Pekanbaru, Maulidi Hilal Kadivpas Riau Menjelaskan, Enam orang Narapidana yang merupakan oknum pegawai di lingkungan Lapas di Bumi Lancang Kuning ini dibagi menjadi 2 trip, Pemindahan ini di lakukan secara bertahap oleh kementrian Hukum dan Ham Riau, Sebelumnya Tanggal 18/02/2021 tiga orang napi lainnya dengan kasus sama juga sudah lebih dulu dipindahkan ke Lapas Nusakambangan.

Baca Juga:  Vonis Terhadap Dua Terdakwa,JPU Menyatakan Masih Pikir-Pikir

Lebih lanjut, semua narapidana yang dipindahkan diberangkatkan bertahap dengan pesawat comercial denga pengawalan ketat dari kantor wilayah dan Pihak kepolisian dan pihaknya juga menyesuaikan dengan Standar Operasional Prosedur (SOP) maskapai yang akan mengangkut para narapidana ini.

Langkah ini di lakukan guna meminimalisir pengendalian narkoba di bumi lancang kuning, Keseriusan jajarannya dalam penanganan bandar narkoba di Indonesia. deteksi dini gangguan keamanan dan ketertiban, pemberantasan peredaran narkotika dan sinergi dengan aparat penegak hukum,” ucap Kepala Divisi Permasyarakatan Maulidi Hilal.

“Ini menunjukkan ke masyarakat, inilah komitmen kami terhadap pemberantasan narkoba, sekalipun itu dari internal (pegawai) khususnya jajaran Pemasyarakatan,” sambung dia.

Kemenkumham tidak akan memberikan ruang toleransi sedikit pun untuk pegawai dan jajaran Kemenkumham yang berani melakukan penyimpangan dalam melaksanakan tugas. “Kami akan tindak tegas dan kami tidak akan memberikan sedikit pun pada teman-teman pegawai yang terlibat narkoba, baik itu sebagai pengguna maupun pengedar,” tegasnya.

Hilal mengigatkan, agar hal seperti ini bisa menjadi pengingat atau pelajaran bagi pegawai Kemenkumham Riau dan lainnya.

Baca Juga:  Kepala Desa Sumber Harapan Menerima Piagam Penghargaan dan Cinderamata

“Di sana, mereka akan menempati Lapas high risk atau Lapas untuk menampung narapidana beresiko tinggi,” ucapnya.

Untuk mengantisipasi peredaran dan pengendalian narkoba , pihak Kamwil Kemenkum HAM Riau, sudah melakukan aturan pengetatan. Bahkan, di Lapas Kelas IIA Pekanbaru, sudah dibuat khusus blok pengendalian narkoba . Dimana blok tersebut diisi oleh para napi yang terlibat narkoba. Dalam blok ini, para napi diawasi ketat.

“Para napi itu tidak bisa berinteraksi dengan lainnya, termasuk petugas. Satu orang, satu sel. Baju hanya diberi dua helai. Tidak ada aliran listrik di sana. Tidak bisa komukasi dengan pihak luar. Mereka diawasi CCTV. Jika tetap terlibat juga, mereka akan dipindahkan ke Nusakambangan juga,” tegasnya.

Baca Juga:  Muspika Tirtoyudo menghadiri Hari Santri Nasional Di Ponpes Nurul Huda

 
Penulis : Hery Ferdian

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.