judul gambar

Terkait Tes Penerimaan Karyawan Baru PT. DDP Menuai Kontra Versi Di Masyarakat

MUKOMUKO IPUH, indonesiadetik.com – Kejadian Beberapa Bulan yang lalu Tes Penerimaan karyawan Baru di PT Dharia Dharma Pratama (PT.DDP), yang bertepat di Kantor Rigen berada Di Wilayah Desa Sibak Kecamatan Ipuh Kabupaten Mukomuko menuai Kontra Versi di kalangan Masyarakat Berkembangnya isu suku-isme /Satu Desa dalam penerimaan menjadi pemicu. Tentu saja isu ini menimbulkan protes dari Masyarakat yang sudah memberikan permohonan Lamaran sebagai calon karyawan PT PT.DDP tersebut, Jumat (02/12/2022).

Menurut Saripudin yang berdomisili tinggal di Desa Sibak, dan juga salah satu dari anaknya juga ikut dalam Tes Penerimaan Karyawan di Perusahaan PT. DDP kala itu ia Mengatakan,” memang penerimaan Karyawan baru di lihat dari yang tes itu warga Desa kami semua (Sibak), yang di butuhkan dari perusahaan sebanyak 12 Orang sedangkan diperkirakan yang ikut Tes Sebanyak Kurang lebih 45 Orang,” Kata Saripudin.

Lanjut Saripudin ke Awak media untuk anak saya sampai sekarang belum tau apakah diterima atau tidak setelah tes kemaren,” Ungkap Saripudin.

Baca Juga:  Pengurus LPM Kecamatan MKS kota Bukittinggi Periode 2022-2025 adakan Silaturrahmi

Lebih lanjut, beberapa orang para pencari pekerja yang Berasal dari salah satu Desa Penyangga Perusahaan PT.DDP yang Berada Di Wilayah Kecamatan Ipuh sudah yaitu Sabut saja Madi Desa Pasar Ipuh sudah lama mengajukan Surat Lamaran Pekerjaan di Perusahaan PT.DDP ini sampai saat ini belum juga di panggil dari pihak Perusahaan untuk ikut Tes Penerimaan Karyawan,” Ungkap Madi.

Anehnya sekali dapat imformasi bahwa Pihak Perusahaan PT. DDP telah melakukan Tes Penerimaan Karyawan Baru bertempat Dikantor Rigen, kemudian saya bertanya kepada kawan yang lain apakah ada pemberitahuan sebelumya tentang Tes ini mereka menjawab belum tau kalau ada Tes Penerimaan Karyawan baru ini,” Urainya.

 

Terkait hal ini Kades Pasar Ipuh Anang Topriansyah yang termasuk Desa Penyangga Perusahaan PT. DDP angkat bicara,” memang ada beberapa Bulan yang lalu salah satu warga Desa pasar Ipuh termasuk Pencari Kerja (Pencaker) yang bertanya tentang Himbuan atau informasi dari perusahaan mengenai Tes Penerimaan Karyawan baru dari Perusahaan menurut Pencaker permohonan lamaran sudah lama masuk tapi belum ada untuk di panggil,” Ya begini sampai sekarang ini belum ada himbaun atau informasi tentang Tes Penerimaan Karyawan Baru dari perusahaan terdekat Walaupun kita termasuk Desa penyangga jelas,” kades Anang Topriansyah.

Baca Juga:  Sehubungan dengan adanya Pembentukan Computer Security Incident Response Team Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia,

“Lanjut Anang walaupun sudah ada perekrutan Tes Penerimaan Karyawan Baru di Perusahaan PT. DDP kita sangat menyayangkan dari tindakan perusahaan dalam Tes Penerimaan Karyawan tesebut seharus nya dalam membuat rekruitmen karyawan baru sebuah perusahaan akan melakukan Pengumuman perekrutan karyawan baru akan diberitahukan kepada publik dalam bentuk iklan yang dipasang di berbagai macam media massa, seperti media televisi, radio dan surat kabar paling tidak ada informasi untuk Desa Penyagga bagi warga yang sudah mengajukan lamaran dapat informasi untuk ikut tes juga, Jagan sampai diam – diam tau nya udah ada Tes penerimaan, apalagi ada sistem sukuisme diduga hanya satu Desa itukan tidak etis,” pungkas Kades.

Baca Juga:  Hadir di Musprovlub Muaythai Indonesia Jatim, LaNyalla Minta Kepentingan Organisasi Diutamakan 

“Desi Bagian HRD Pihak Perusahaan PT.DDP Dikonfirmasi pada waktu itu mengenai tentang Tes Penerimaan Karyawan Baru belum ada tanggapan, kemudian melalui Manager Umum Mauludin Kamis 01/01/22. Kemaren untuk perimaaan Karyawan Baru untuk 12 Orang sudah selesai,” Ucap Mauludin.

Sementara itu, Almadinah.S.AP W.Ketua DPC Ormas Profesional Jaringan Mitra Negara (Projamin) PRO JOKOWI MAKRUF AMIN Kabupaten Mukomuko berharap kepada semua pihak.”Terutama Perusahaan PT. DDP membuat manajemen yang jelas dalam penerimaan karyawan Baru ke depannya, tidak ada kecemburuan Sosial di kalangan Masyarakat, kejadian ini tidak terjadi lagi. Dan kita akan bersama Masyarakat Koordinasi menghadap ke Dinas Depnaker Kabupaten Mukomuko mengenai tentang hal ini”. (Madina .Al)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.