judul gambar
judul gambar

Terkait Kelangkaan BBM DPR Beltim Gelar RDP, Pihak Pertamina Tidak Hadir

Belitung Timur – IndonesiaDetik.Com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Belitung Timur, Propinsi Bangka Belitung menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) terkait  kelangkaan BBM jenis Premium bersubsidi, Pertalite dan Pertamax bertempat di Ruang Rapat DPRD  Kamis  ((16/9/2021).

RDP tersebut dipimpin Ketua DPRD  Fezzi Oktolseja, serta komisi 1 dan 2 DPRD Beltim dan mengundang pihak pengelola SPBU, SPBN, APMS se Beltim,  sedangkan Sales Pertamina Tanjungpandan tidak hadir,  juga hadir Asisten 2 Pemkab Beltim Khaidir Lutfi dan satker terkait. 

Fezzi  menyebutkan bahwa berbagai persoalan sepekan terakhir ini terkait dengan kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis Premiun,  pertalite dan pertamax di Kabupaten Belitung Timur, disampaikan bahwa sebelumnya pihak DPRD  sudah lakukan pertemuan dengan Jubir Pertamina  untuk minta keterangan terkait pasokan dan persoalan kelangkaan BBM,” ungkap Fezzi

Baca Juga:  Salah Satu SDN Di Bengkulu Selatan Diduga Kangkangi Aturan Satgas Covid-19
Ketua DPRD Beltim Fezzi Oktolseja

Fezzi mengatakan,  seperti yang disampaikan  oleh perwakilan APMS Dendang,   pada Awal-awal kemarin 1 minggu tidak datang,  disampaikan dalam 1 minggu 32 ton setelah ramai-ramai  baru  kondisinya normal,  selanjutnta kami minta data  agar bisa sinkron pada rapat ini dan kami juga mengundang pihak Jubir pertamina tapi mereka tidak hadir, ” kata Fezzi

Menurut Fezzi,  kami minta agar SPBU  ada komitmen dari pihak sales pertamina , BBM untuk non subsidi oleh SPBU disiapkan,  itu yang disampaikan oleh sales pertamina,  disampaikan berapapun yang diminta,” katanya

Namun kata Fezzi, kenyataan dilapangan  antrian panjang para pengguna BBM dan Ia menambahkan bahwa menurut keterangan pihak  pemilik SPBU dan APMS sudah lakukan permintaan koata khususnya non subsidi,  namun menurutnya  belum terpenuhi,  sementara pemakai/pengguna BBM   terjadi peningkatan dimasyarakat, ” Ujar Fezzi  

Baca Juga:  Polres Kaur Gelar Operasi Yustisi Untuk Pertahankan PPKM Level 1

Kesimpulan dari hasil  Rapat menyebutkan,  bahwa para pelaku usaha ( pengecer-red) tidak bisa dihindari dan untuk itu kita minta surat permintaan tambahan kuata dari SPBU maupun APMS untuk ditembuskan ke DPRD dan DPRD akan dukung agar dapat ditindaklanjuti supaya permintaaan pasokan SPBU dan APMS dapat terpenuhi, 

“Kemudian  juga diminta kepada Bupati untuk mengadakan pertemuan dengan Forkopim untuk menyikapi persoalan kelangkaan BBM ini,  jangan sampai berlarut-larut, ” tandasnya Terkait dengan  antrian masyarakat  pengguna  dan pengerit BBM.

Pihaknya tidak memprmasalahkan para pengerit/pengantri tersebut, ” Kita DPRD,  kata Fezzi ‘ tidak bisa menyalakan pengerit,  yang terpenting kondusif dan tertib,  disitu juga masyarakat juga ada haknya untuk memperoleh BBM untuk kebutuhan mobilisasi sehari-hari.

Baca Juga:  DPRD Kaur Reses Dan Sosialisasi Pencegahan Virus Corona

Sementara itu lanjut nya,  pada kios-kios pengecer juga harus ada untukmemudahkan masyarakat akan perolehan BBM, ” harapnya

Dikatakan dari hasil RDP ini,  kita tunggu respon dari Pemerintah Daerah yang punya wewenang dan kebijakan,  dan kami disini ( DPRD-red)  tidak punya wewenang untuk menentukan dan memutuskan terkait hal tersebut,  Ia menambahkan,  kita juga tidak mau  ditengah pendemi COVID-19 ini masyarakat kita susah untuk mendapatkan BBM, ” pungkas Fezzi ( Karyadi) 

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *