judul gambar

Terima Audiensi BRIN, Menteri Suharso Bahas Prioritas Riset Nasional

Jakarta | IndonesiaDetik.Com – Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional menerima audiensi Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Dr. Laksana Tri Handoko, M.Sc secara virtual, Selasa, 18 Mei 2021. Menteri juga didampingi oleh Deputi bidang Pembangunan Manusia Masyarakat dan Kebudayaan.

Usai menerima audiensi, Menteri mengatakan hal utama yang dibahas dalam pertemuan tersebut adalah SDM Indonesia dan prioritas riset nasional tahun 2020-2024.

Menteri menjelaskan, tahun 2036 Indonesia menargetkan PDB per kapita sebesar USD 13,162 dengan pertumbuhan sektor manufaktur rata-rata 6,3 % dan kontribusi manufaktur terhadap PDB sebesar 26 %. Selain itu, rata-rata pertumbuhan sektor pertanian diharapkan 3,1 %, dan kontribusi pertanian terhadap PDB sebanyak 7%.

Baca Juga:  ABR Pertanyakan Laporan Money Politic Di Gakumdu Kaur

Selanjutnya, tahun 2045 PDB per kapita Indonesia ditargetkan sebesar USD 23.199, dengan target kedatangan turis mancanegara sebanyak 73 juta orang dan menjadikan pariwisata sebagai sumber devisa negara kesatu.

Menteri menyampaikan, untuk mencapai visi tersebut, Indonesia perlu memanfaatkan revolusi industri 4.0 sesuai dengan karakteristik masing-masing industri untuk peningkatan efisiensi, serta produktivitas tenaga kerja ditingkatkan dan kemajuan teknologi dimanfaatkan untuk mempercepat pembangunan ekonomi.

Selain itu, perubahan struktur ekonomi dan kemajuan teknologi berpengaruh pada struktur tenaga kerja, sehingga SDM yang berkualitas, produktif, dan menguasai teknologi merupakan prasyaratnya.

Pada kesempatan itu, Menteri juga menyampaikan prioritas riset nasional tahun 2020-2024 pada 9 bidang. Pertama, di bidang transportasi, yaitu mengenai N219 amphibi, perkeretaapian dan kendaraan listrik.

Baca Juga:  Bunga Rafflesia Kembali Mekar Di Desa Manau Sembilan

Kedua, di bidang kesehatan dan obat produk biofarmasetika, yaitu mengenai alat kesehatan dan diagnostik, dan kemandirian bahan baku obat. Ketiga, di bidang energi baru dan terbarukan, yaitu mengenai baterai dan charging station, pengembangan PLTPB, produksi bahan bakar nabati dari minyak sawit dan minyak inti sawit.

Keempat, di bidang pangan yaitu tentang pertanian pemuliaan bibit tanaman pajale, bibit unggul sapi, dan bibit unggul ayam. Kelima, di bidang pertahanan dan keamanan, yaitu mengenai PUNA kombatan, sistem pemantauan radiasi lingkungan, roket dua tingkat, dan radar pertahanan udara nasional.

Keenam, di bidang rekayasa keteknikan, yaitu tentang garam industri, pengemasan makanan tradisional, bahan bangunan tahan gempa cepat pembangunan. Ketujuh, di bidang kemaritiman, yaitu tentang kapal plat datar, tug boat, crane barge, wahana angkut alpo.

Baca Juga:  Penasaran Rasa Kebab Arab Obama? "Ayo Beli di Bengkulu Selatan"

Kedelapan di bidang multidisplin, yaitu mengenai satelit konstelasi komunikasi orbit rendah, penginderaan jauh untuk konservasi SDA, keanekaragaman hayati, revitalisasi ketahanan pangan dan gizi (Stunting). Kesembilan, di bidang social humaniora, seni budaya dan pendidikan. Yaitu tentang pembangunan sosial budaya, sustainable mobility, penguatan modal sosial, ekonomi dan sumberdaya manusia.(Hendra)

Sumber : Tim Komunikasi Publik
Kementerian PPN/Bappenas

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.