judul gambar
judul gambar

Terbukti Selewengkan APBDes 2017, Mantan Kades Dijebloskan Ke Penjara

Sidoarjo Jawa Timur – IndonesiaDetik.Com – Terbukti Raup Anggaran Pendapatan Belanja Desa (APBDes) tahun anggaran 2017 senilai Rp. 174.638.235,- dari total anggaran Rp. 1.978.821.121,-. Irfan Nurido, Mantan Kepala Desa Ngaban, Kecamatan Tanggulangin, Sidoarjo, akhirnya resmi menjadi tahanan Polisi Polresta Sidoarjo.

Penangkapan terhadap tersangka Irfan Nurido, dibenarkan oleh Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusumo Wahyu Bintoro, Jumat (01/10/2021) Siang. saat gelar jumpa pers di Mapolresta Sidoarjo.

Dihadapan insan media Kapolresta Sidoarjo membeberkan, perihal penangkapan tersangka berawal dari Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) tahun anggaran 2017 yang diserahkan kepada pihak terkait. Dan ditemukan ada data keuangan yang tidak sesuai, saat tersangka masih menjabat Kades Periode 2013 – 2019.

Baca Juga:  Ketua ABR Kecam Keras Penundaan Pilkades Oleh Pemda Kaur

“Dari LPJ didapatkan anggaran data keuangan yang tidak sesuai. Yaitu didusun Mlagi, untuk angaran plengsengan dan posyandu,” Papar
Kombespol Kusumo Wahyu N.

Berdasarkan hasil LPJ tersebut kemudian petugas dari Satreskrim Polresta Sidoarjo, melakukan penyidikan terhadap tersangka dan saksi, dan didapatkan keterangan serta bukti-bukti berupa rekening bank Jatim, buku catatan bendahara desa dan LPJ tahun anggaran 2017.

“Hasil penyelidikan oleh petugas berdasarkan keterangan saksi dan bukti-bukti tersangka telah terbukti menyelewengkan uang APBDes tahun anggaran 2017 sebesar Rp. 174.638.235,- ,” Tandas Kombespol Kusumo Wahyu Nugroho.

Adapun modus yang dilakukan oleh tersangka untuk melancarkan aksi penyelewengannya, dengan cara meminta uang APBDes tersebut setelah bendahara desa mengambil dari Bank Jatim.

Baca Juga:  Wartawan TV dan Media Nasional Dikorbankan, Pidana Penyiaran dan UU Pers Terabaikan

“Jadi tersangka melakukan ini sejak Januari hingga Desember 2017. Untuk kepentingannya pribadi dan untungnya bendahara selalu mencatat,” terang Kapolresta Sidoarjo.

Lebih lanjut menurut Kombespol Kusumo Wahyu Nugroho, selama tersangka menjabat pada masa periodenya, pengelolaan keuangan APBDes dikuasai oleh tersangka Irfan Nurido Sang Mantan Kades.

“Bendahara dan perangkat desa yang lain sama sekali tidak diberi tahu penggunaan uang itu,” Imbuhnya.

Atas perbuatannya tersebut tersangka Irfan Nurido Mantan Kades Ngaban, Sidoarjo, dijerat UU pidana pasal 2 dan 3 UU Rl No. 31 tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU RI No. 20 tahun 2021 tentang Tindak Pidana Korupsi.

“Guna mempertanggung jawabkan perbuatannya tersangka terancam hukuman pidana seumur hidup atau paling singkat 4 tahun dan paling lama 20 Tahun,” Pungkasnya Kapolresta Sidoarjo Kombespol Kusuma Wahyu Nugroho. (Sofi-JS)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *