judul gambar
judul gambar

Tanaman Mati Ekonomi Sulit Petani Menjerit

Sungai Sendaur yang mengalami pendangkalan
( Foto : Indonesia Detik.Com/M.Khosir AMN)

Kepulauan Meranti Riau – IndonesiaDetik.Com – Sekitar 12 km sungai Sendaur yang membentang dari Desa Sendaur melewati Desa Bina Maju,Desa Mekar Baru menuju Desa Sungai Cina ,dihulunya sungai tersebut berbatasan dengan wilayah Kecamatan Rangsang Pesisir sementara di tengah dan di hilirnya berada di wilayah Kecamatan Rangsang Barat.

Sungai Sendaur adalah sebagai pamasok air untuk kebutuhan para petani padi sawah di desa tersebut dan juga untuk mengendalikan normalisasi aliran air kelaut jika banjir, sebut Zahari Kepala Desa Bina Maju, kepada pers pada 27/9/2021.

Menurutnya pada belakangan ini Sungai Sendaur sepanjang 12 km mengalami pendangkalan sehingga berpengaruh pada ekositem dan berdampak jika musim hujan banjir yang mengakibatkan Tanaman kopi dan pinang milik para petani mati akibat genangan air berwarna kemerahan dan rasanya kelat sehingga para petani mengalami kerugian ekonomi sulit dan menjerit.

Sebelum mengalami pendangkalan sungai tersebut petani kopi dan pinang di Desa Bina Maju hasilnya cukup menggembirakan dalam perbulannya pengepul bisa menghasilkan menampung kopi maupun pinang bisa mencapai 15 ton perbulan, dan kalau petani memiliki kebun pinang satu jalur bisa menghasilkan 100kg/minggunya,sementara kebun kopi satu jalur bisa menghasilkan 200kg/2 minggu namun kini nasib petani tersebut setelah kebunnya digenangi air sangat memprihatinkan, ungkap Zahari Kepala Desa Bina Maju.

Baca Juga:  Adhar Cilas M.Si kepala desa wajib terapkan sistem Asalamualaikum - Waalaikum salam

Hal senada juga diungkapkan oleh Daus warga Desa setempat, kata Daus belakangan ini nasib para petani kopi dan pinang di Desa Bina Maju memang sangat mengenaskan kebun kopi dan pinang yang menjadi primadona hasilnya untuk kebutuhan hidup sehari-hari kini hampa akibat terendam air tanaman tersebut mati.

H.Muhammad Adil SH, Bupati Kepulauan Meranti, yang dimintai tanggapannya terkait peristiwa tersebut, ia berjanji akan menyediakan 10 unit eskavator untuk mengatasi normalisasi pendangkalan sungai tersebut pada alokasi APBD 2022, dengan pola dana operasional ditanggung oleh desa yang bersangkutan yaitu dana untuk operator dan minyak dengan sistim kerja keroyokan, ucap Bupati.

Laporan : M.Khosir AMN.

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *