judul gambar
judul gambar

Sudah Dua Bulan, ACT Kepsul Belum Lunasi Harga Sapi Kurban

Sanana Maluku Utara – IndonesiaDetik.Com – Gerakan sosial dan kemanusian yang dilakukan Yayasan Aksi Cepat Tanggap (ACT) perlu diberikan apresiasi, terutama perwakilan wilayah Kabupaten Kepulauan Sula (Kepsul).

Namun kali ini mendapat sorotan dan desakan dari masyarakat dan relawan sendiri, sebab ada tunggakan pada kegiatan beli hewan qurban di wilayah Pulau Mangoli, Kabupaten Kepulauan Sula, Provinsi Maluku Utara.

Menurut salah satu relawan ACT asal Pulau Mangoli, Nurmudalifa Umasangaji, bahwa menjelang hari raya qurban dua bulan lalu, mereka membeli tiga ekor sapi peliharaan warga dengan harga Rp6000,000 per ekor.

Sehingga total harga dari tiga ekor sapi tersebut yakni Rp18.000,000, namun pihak ACT Kabupaten Kepulauan Sula baru saja membayar Rp11.000,000 dan masih kurang Rp7000,000

Baca Juga:  Kades Sekunyit Benarkan ASN Kelautan Kaur Terduga Pelaku Percobaan Perkosaan

Kata Nurmudalifa, terkait tunggakan tersebut sudah dikoordinasikan dengan Ketua Koordinator Kabupaten Kepulauan Sula, Aziz Latea dan Bendahara Rani Umahuk, namun sampai saat ini belum ditindaklajuti, apalagi waktu sudah kurang lebih dua bulan. Pemilik hewan (sapi) yang diqurbankan sudah mendesak mereka untuk melunasi kekurangan Rp7000.000

“Kami sudah koordinasi tetapi Ketua (Aziz Latea) hanya menyebutkan nanti dirinya cek lagi. Apalagi tunggakan ini sudah dua bulan,”ucapnya kepada media, kamis (16/9/21).

Relawan ACT Pulau Mangoli itu juga menilai Koordintor Kabupaten dan Bendahara tidak serius menanggapi persoalan ini. Oleh karena itu, mereka meminta Koordinator Kabupaten dan Bendahara segera melunasi harga sapi warga tersebut. Sebab ini juga menyangkut nama baik mereka dan lembaga. Apalagi mereka yang ada dilapangan waktu itu.

Baca Juga:  KADISDUKCAPIL KABUPATEN BENER MERIAH MELAKSANAKAN SOSIALISASI ADMINISTRASI KEPENDUDUKAN

“Kita sudah dikejar-kejar masyarakat untuk melunasi, kita takut jangan masyarakat menilai kita yang putar bale (berbohong),”bebernya.

Hingga berita ini di publikasi, ketua Koordinator Kabupaten, Aziz Latea, belum bisa dikonfirmasi. (R)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *