judul gambar

Seorang Niniak Mamak Penghulu Pucuak Adat Tertangkap Basah Melakukan perzinaan Dengan Istri Tetangga

Z Suami Y

Lima puluh kota, INDONESIADETIK.COM – 06/04/21, Seorang Niniak Mamak Penghulu Pucuak Adat Tertangkap Basah Melakukan perzinaan Dengan Istri Tetangga
 
Salah satu tokoh adat yang berinisial E,merupakan tokoh adat yang hendak nya di tiru oleh anak kemenakan, baik tutur kata, sikap dan tingkah lakunya,ibaratkan pepapatah minang.”Dalam mulo akhie mambayang, dalam baiak kanalah buruak

Dalam galak tangieh kok tibo , hati gadang hutang kok tumbuah”kata ini mempunyai makna “Dengan berpikir jauh kedepan kita dapat meramalkan apa yang bakal terjadi, sehingga tetap selalu hati-hati dalam melangkah”.

Zulfauzi, S.H kuasa hukum korban

Namun berbeda dengan E,yang tinggal di Jorong Mudiak Liki, Kenagarian Kurai, Kecamatan Suliki, Kabupaten 50 Kota, yang hanya berpikir dengan nafsu, kejadian ini terjadi pada bulan Maret lalu, yang dilakukan dengan seorang perempuan berinisial Y, dimana suami Y  yang berinisial Z biasanya  bekerja di ladang sebagai buruh tani, merasa sedih dan kecewa, pasal nya pada hari kejadian itu, Z mengajak istrinya Y ke sawah, kemudian Y menyuruh suaminya Z untuk pergi terlebih dahulu, namun setelah tengah hari Y yang di tunggu tidak kunjung datang, karena perut sudah terasa lapar,

Baca Juga:  Tebat Rukis Menjadi Tempat Dominan Bagi Penjual Durian

Akhirnya Z pulang utk menemui istrinya Y,sesampai di rumah Z tidak menemukan istrinya Y, dia pun bertanya kpd tetangga dan menyebutkan bahwa Y pergi mengambil kayu bakar ke hutan,akhirnya Z mengikuti perjalanan Y,yang di maksud tetangga,sampai di hutan Z tidak sengaja menginjak ranting kayu dan berderak, saat itu Z terperanjat melihat istri nya Y yang sedang indihoy dengan si E dan bergegas melarikan diri.
 
Z tidak menyangka perbuatan Y istrinya,dengan membawa barang bukti berupa celana dalam milik istrinya dan jaket yang tertinggal milik E, sehingga Z  melaporkan kejadian ini ke pihak Kerapatan Adat Jorong Mudiak Liki karena E sendiri merupakan tokoh adat di mudiak liki,
 
Beberapa kali Z meminta ke pihak terkait dalam hal ini yaitu Kerapatan Adat Jorong (KAJ)  Mudiak Liki untuk menyidangkan hal ini secara adat, namun Pihak KAJ sendiri seolah-olah seperti “managakan banang basah”, yang artinya tidak mencerminkan rasa keadilan dan menyatakan laporan Z tidak bisa dilanjutkan,  hal ini membuat Z kecewa dan menolak hasil rapat sidang KAJ tersebut dan mempercayakan kasus ini kepada Kantor Pengacara Justice Companion yang berada di Kota Bukittinggi ,agar kasus ini di selesaikan secara hukum adat dan hukum negara, ujar Z.

Baca Juga:  Pemerintah Gedung Wani Rapat Prapelaksanaan 40% Tahap Kedua Dengan Warga
Team pengacara korban melapor ke Kapolres 50 Kota

Di temui di kantornya Zul Fauzi S.H salah satu dari 3 pengacara yang ditunjuk Z sebagai kuasa hukumnya, membenarkan peristiwa ini, bahkan kita datang menemui Wali Jorong Mudiak Liki untuk meminta informasi pada tanggal 29 maret 2021  dan juga telah melayangkan surat somasi meminta E untuk datang ke kantor kami agar dapat menyelesaikan kasus ini secara kekeluargaan agar menghindari konflik namun sampai saat ini tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan, ujar Zul, kita akan segera membawa kasus ini ke ranah hukum tutup Zulfauzi.

Dan ketika di konfirmasI oleh Media INDONESIADETIK.COM ke Wali Jorong Mudiak Liki, beliau juga membenarkan peristiwa tersebut namun masih dalam penyelesaian secara adat, tutupnya.(BS)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.