judul gambar

Satpol PP bekerja Humanis dalam menegakan Perda di Kota Bukittinggi

Bukittinggi, Jumat 06 Mei 2022, indonesiadetik.com – Menghadapi liburan lebaran kali ini, sangat banyak pengunjung yang datang ke Bukittinggi setiap harinya sehingga membuat kewalahan Pemko Bukittinggi untuk mengantisipasi hal – hal yang tidak diinginkan kepada Pengunjung.

Oleh sebab itu Pemko Bukittinggi menurunkan beberapa SKPD nya yang terkait dalam mengantisipasi permasalahan ini seperti SATPOL PP.

Kali ini Satpol PP menurunkan 159 Personil untuk melakukan PAM Libur Lebaran, hal ini disampaikan langsung oleh Sekretaris Satpol PP, SYANJI FAREDY FF, S.STP., M.Si mengatakan, adapun untuk PAM Liburan Lebaran ini kami menurunkan 159 Personil yang terbagi pada 3 shift dan juga kita melibatkan regu putri untuk mengantisipasi pelanggaran Perda dan pelanggaran ketentraman ketertiban umum serta mengantisipasi pengunjung yang membludak di lebaran Idul Fitri ini.

Baca Juga:  Formapera Sumut dan LPA Deliserdang Sepakat, Jangan Ada Pemaksaan Vaksin Bagi Anak

Syanji menambahkan, adapun titik pengamanan kita saat ini ada 2 pos bekerjasama dengan kepolisian dan TNI yaitu berada di Simpang Stasiun Tugu Polwan dan Pos Terpadu di Jam Gadang. Kalau yang murni dari kita ada yang di pasar atas dan pasar aur kuning serta pengamanan – pengamanan aset daerah, kita juga melibatkan petugas – petugas dari kita langsung, dalam rangka mengantisipasi kalau seandainya ada Parkir – parkir yang ramai kita akan langsung alihkan untuk monitoring atau mobile dari personil kita ini. ujar Syanji

Mengenai penggusuran pedagang kaki lima dimasa liburan lebaran ini Syanji menyampaikan, kita tetap melaksanakan dan menegakan Perda No.3 tahun 2015, itu tentu kita himbau dulu dan kita tetap kedepankan Humanis dalam bekerja dan bertindak, kita ingatkan, dan apabila himbauan dan peringatan kita tidak diindahkan tentu akan kita tertibkan kalau ini memang mengganggu ketertiban umum dan fasilitas umum yang ada di Kota Bukittinggi. imbuh Syanji

Baca Juga:  Terjaring Ops Yustisi, 2 Pelaku Usaha Disanksi Teguran Tertulis

Kalau mengenai pedagang kaki lima yang ada di sepanjang jalan minangkabau, sebenarnya kita juga berkoordinasi dengan dinas pasar selaku leadingnya tentu kita tidak menghambat mereka untuk berjualan dalam mencari nafkah tapi berjualan lah ditempat – tempat yang memang diperuntukan untuk pedagang kaki lima, kalau tidak pada tempatnya tentu kita tertibkan karena ini akan mengganggu aktifitas, jalan umum dan mengakibatkan kemacetan, apalagi disuasana lebaran ini. pungkas  Syanji mengakhiri.( Defrijon. Dt. RSA)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.