judul gambar
judul gambar

RIP Bagi Para Jurnalis Di Seluruh Indonesia, Kasus Pasal Karet UU ITE Palopo Jaksa Tuntut Wartawan Asrul Hukuman 1 tahun Penjara

Palopo, Sulawesi Selatan – IndonesiaDetik.Com – Jaksa penuntut umum (JPU) Kejaksaan Negeri Palopo, Sulawesi Selatan, menuntut jurnalis Berita.News Muhammad Asrul dengan hukuman pidana penjara 1 tahun dalam perkara pasal karet UU ITE.

Dalam sidang yang digelar di ruang Kusumah Atmadja, Pengadilan Negeri Palopo, pada Rabu (13/10/2021), jaksa dalam tuntutannya menilai terdakwa Asrul melakukan pencemaran nama baik terhadap Farid Kasim Judas (FKJ) atas empat berita dugaan korupsi yang dia tulis dan tayang di media Berita.News dilansir dari Palopo Media.Com.

“Menyatakan terdakwa Muhammad Asrul bersalah melakukan tindak pidana dengan sengaja dan tanpa hak mendistribusikan dan atau mentransmisikan Informasi elektronik, sebagaimana diatur dalam pasal 45 ayat 1 juncto pasal 27 ayat 3 UU Nomor 2016 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik,” ujar JPU Irmawati, S.H.

Baca Juga:  Paripurna DPRD Kota, Penanda Tanganan Nota Kesepakatan KUPA dan PPAS

“Menjatuhkan pidana terhadap terdakwa Muhammad Asrul dengan pidana penjara selama 1 tahun, dengan perintah agar terdakwa segera ditahan,” tambah Irmawati.

Sidang pembacaan tuntutan jaksa terhadap terdakwa Asrul akhirnya digelar, setelah tertunda selama tiga pekan karena jaksa tidak siap dan terdakwa sakit.

Tuntutan Jaksa Dinilai Salah Tafsirkan Subjek Hukum Kuasa Hukum Asrul dari Koalisi Advokat untuk Kebebasan Pers & Berekspresi, Andi Ikra Rahman, S.H menilai tuntutan jaksa dengan menerapkan pasal 45 UU ITE jauh dari fakta persidangan dan dianggap keliru menafsirkan subjek hukum dalam perkara ini.

“Jaksa salah dalam menafsirkan subjek hukum. Subjek hukumnya tidak jelas. Asrul tidak punya kehendak melakukan suatu tindak pidana (mens rea) pasal 45 UU ITE, untuk membuat berita bohong ataupun mencemarkan nama baik, sebab berita yang ditayangkan merupakan kerja kolektif media tempat Asrul bekerja,” ujar Ikra Rahman usai persidangan.

Baca Juga:  Panglima TNI Dan Kapolri Bakar Semangat Satgas Nemangkawi

Menurut Ikra, tuntutan jaksa yang menilai Asrul melakukan penistaan secara tulisan adalah keliru. Sebab, terdakwa tidak berkehendak melakukan hal tersebut karena merupakan bagian dari sistem kerja-kerja jurnalistik.

Selain itu, dia menjelaskan, tuntutan jaksa mengabaikan fakta persidangan salah satunya keterangan ahli, bahwa empat berita yang ditulis Asrul merupakan produk jurnalistik.

Dia berpendapat, berita yang dibagikan Asrul ke media sosial facebook yang menjadi alat bukti jaksa, merupakan bagian dari proses kerja-kerja jurnalistik.

“Bahwa berita tersebut juga jelas sumbernya dari berbagai pihak yang kompeten. Klien kami juga telah melakukan upaya konfirmasi kepada FKJ, tapi saksi memang tidak menjawab permintaan konfirmasi itu,” beber pengacara publik LBH Makassar ini.

Baca Juga:  Ditresnarkoba Polda Sumut Menangkap Kurir Ganja 30Kg, Upah 21 Juta Tak Caiirr!!

Selanjutnya, Pengadilan Negeri Palopo menjadwalkan sidang pembacaan pledoi terdakwa jurnalis Asrul akan digelar pada dua pekan mendatang.(Joe)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *