Rencana sekolah Tatap Muka Juli 2021, Belum jelas

Musi Rawas, indonesiadetik.com — Presiden Jokowi belum lama melontarkan wacana pembukaan sekolah, dan meminta agar tahun ajaran baru 2021 ini sudah berjalan normal seperti biasa. Sebelum pembukaan sekolah terlebih dahulu guru dan tenaga pendidik harus mendapatkan vaksinasi terlebih dahulu.

Namun menurut juru bicara vaksinasi Covid 19 Kementrian kesehatan Siti Nadia Tarmizi’ beliau mengatakan pembukaan sekolah tidak bisa hanya mempertimbangkan vaksinasi guru dan tenaga pendidik.

Mengutif dari laman youtube resmi FMB9ID_IKP, jumat (26/02/21) beliau mengatakan “Tentunya kita akan bahas secara komperhensif. Kita tidak bisa hanya melihat cakupan vaksinasi saja,(kata Nadia).

Nadia juga menjelaskan progam vaksinasi yang dilakukan pemerintah hanya salah satu langkah intervensi dalam pengendalian Covid 19. Beliau menyebut beberapa faktor yang perlu dipertimbanhkan diantaranya, laju penularan Covid 19, kepatuhan masyarakat mengenai aturan pencegahan Covid 19, cakupan vaksinasi yang telah dilakukan sebelum sekolah dibuka.

Manurut Direktur guru dan tenaga pendidikan menengah dan kebutuhan khusus kementrian pendidikan dan kebudayaan, Bapak Yaswardi’ beliau mengatakan bahwa vaksinasi akan diprioritaskan pada guru PAUD dan SD, serta yang akan melakukan pembelajaran tatap muka.

Pada awal pelaksanaan vaksinasi dilakukan, Yaswardi mengatakan vaksianasi akan diprioritaskan pada guru dan tenaga pendidikan di 7 propinsi dipulau Jawa dan Bali yang paling terdampak Covid 19. Namun kemudian vaksinasi dilanjuakan da dipetakan diluar propinsi itu.

Kabar ini sontak membuat para orang tua semakin cemas dan gelisah, Presiden Jokowi menginginkan sekoalah tatap muka dibuka pada Juli 2021, sedangkan kalau menurut proses vaksinasi yang masih berjalan itu sepertinya sekolah tatap muka masih sekedar harapan saja.

Salah satu wali murid kelas 2 sekolah SD yang ada di Tugumulyo, bernama ibu Egi pada saat diwawancara oleh indonesiadetik.com, beliau mengatakan sangat resah dan galau, karena sampai sekarang anaknya masih 70 persen belajar daring. Sehingga peran orang tua sangat haruslah maksimal dalam mendidik dan mengajari anaknya dirumah.

” Pusing kepala saya, karena anak saya tugasnya sangat menumpuk dikit-dikit dikerjakan dirumah’ dengan posisi anak yang masih SD terkadang masih susah untuk mengerjakannya ujung-ujungnya orang tuanya juga yang harus turut serta”(kata Egi).

“Kalau dulu anak kami’ kami larang menggukan android mengingat usia, nah…!!sekarang justru kebalikannya’, tolonglah pemerintah lebih cepat untuk membuka sekolah tatap muka”(imbuh Egi).

Memang semenjak Covid 19 melanda negara kita’ banyak sekali sektor yang terdampak, baik itu pendidikan, ekonomi, sosial, dan lainya. Peran warga masyarakat tentunya untuk mensukseskan program vaksinasi, dan tentunya tetap mematuhi protokol kesehatan yang di anjurkan pemerintah.

Dok. Solikhin Leo

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *