judul gambar
judul gambar

Rakyat Resah… Aktivitas Galian C di Sei Glugur Rimbun Merusak Jalan dan Tebar Debu

Deliserdang Sumut – IndonesiaDetik.Com – Galian C di Sei Glugur Rimbun dan Tanjung Anom Kecamatan Pancur Batu, Kabupaten Deliserdang merupakan salah satu penyumbang kerusakan jalan. Muatan mobil Dumtruck yang melebihi ini kerap lalu lalang mengiringi arah pesanan Tanah Galian C itu, Kamis (16/09/2021).

Selain penyumbang kerusakan jalan, Material tanah yang diangkut dalam Dumtruck itu mengakibatkan tebaran debu menyelimuti badan jalan, akan mengundang penyakit terhadap masyarakat sekitar dan pengguna jalan.

Hal ini dikeluhkan warga Tanjung Anom, yang enggan menyebutkan namanya. “Tidak ada yang berani protes pak, kalau masalah polusi udara semua warga disini juga tahu itu, bahkan jalan penghubung antar desa sini juga rusak parah akibat mobil tonase berat itu” sebutnya, beberapa waktu lalu.

Baca Juga:  SMSI Unifies Online Media Companies in New Era.

Sejumlah pihak menuding, akibat tidak adanya pengawasan dari pihak pemerintah daerah membuat mobil Dumtruck bertonase berat bebas lalu lalang tanpa menghiraukan batas tonase kekuatan jalan aspal yang dilaluinya.

Berlanjut investigasi mendalam yang dilakukan tim awak media menemukan hal yang mengejutkan. Pasalnya mobil Dumtruck yang melintas terlihat tidak taat pajak sebagaimana lazimnya mobil angkutan yang digunakan masyarakat.

Bahkan parahnya lagi mobil tersebut berasal dari provinsi lain. Plat mobil dengan nomor polisi BL 99** N* dengan masa aktif November tahun 2018, lantas jika pajak saja tidak dibayar yang sudah jatuh tempo, lantas apa kontribusi tambang galian C ini terhadap daerah? Ujar warga berdecak kagum.

Baca Juga:  Kapolri Terbitkan STR Tentang Netralitas Polisi Dalam Pilkada, Propam Polda Bengkulu Siap Awasi dan Monitoring

Hal ini semakin jelas terasa aroma kongkalikong antara “penguasa” dengan “pengusaha” bahwa adanya pembiaran dari instansi terkait yang tidak melakukan pengawasan dilokasi galian C tersebut.

Melihat serentetan persoalan diatas, apakah galian C tersebut memiliki legalitas? atau, memiliki legalitas perizinan dititik lain namun merambah keluar dari titik lokasi perizinan yang diberikan pemerintah?.

Berlanjut pantauan awak media ini dilokasi Tambang Galian C di Pasar 3, Jalan Glugur Rimbun, Tuntungan I, Kec. Pancur Batu, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, tampak mobil bertonase berat muatan pasir keluar masuk dari lokasi galian C tersebut.

Dilokasi terlihat tanah di korek kurang lebih 50 meter ke dalam hingga mengakibatkan tebing yang curam, hal ini diduga dilakukan untuk mengeruk material pasir yang berada pada lapisan bawah tanah. Jika saja masalah ini dibiarkan semakin lama, sangat dikhawatirkan akan mengganggu ekosistem alam, ditambah lagi berjarak kurang lebih 200 meter dari lokasi galian C merupakan perumahan penduduk desa yang bermukim.

Baca Juga:  Warga Keluhkan Pelayanan Pajak Bengkulu Ribet

Tidak diketahui pasti galian tersebut memiliki perizinan dari dinas terkait, hanya ditemui seorang pria bertopi yang mengaku sebagai mandor. Ia menuturkan bahwa tambang galian c dilokasi tersebut dimiliki oleh tiga pengusaha berinisial nama SMBL, KNG, JOH.

“Tiga pengusaha disini bang, jadi mereka inilah yang punya tambang galian C ini. Kalau Johan warga stabatnya itu” tuturnya mengakhiri.(Tahan Purba)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *