PT. KRU Bengkulu Proper Biru (2018-2019), Ternyata Merah.

Kepala Teknik Tambang (KTT) PT. KRU Bengkulu “Weli Bungsu”

Bengkulu Kota, indonesiadetik.com – Dalam penilaian proper sebuah perusahaan, terdapat sejumlah peringkat bagi perusahaan, peringkat itu meliputi emas bagi usaha dan/atau kegiatan yang telah secara konsisten menunjukkan keunggulan lingkungan dalam proses produksi atau jasa, melaksanakan bisnis yang beretika dan bertanggung jawab terhadap masyarakat.

Hijau adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan pengelolaan lingkungan lebih dari yang dipersyaratkan dalam peraturan (beyond compliance) melalui pelaksanaan sistem pengelolaan lingkungan, pemanfaatan sumber daya secara efisien dan melakukan upaya tanggung jawab sosial dengan baik.

Biru adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang telah melakukan upaya pengelolaan lingkungan yang dipersyaratkan sesuai dengan ketentuan atau peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Merah adalah upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan belum sesuai dengan persyaratan, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Kemudian, hitam adalah untuk usaha dan/atau kegiatan yang sengaja melakukan perbuatan atau melakukan kelalaian yang mengakibatkan pencemaran atau kerusakan lingkungan, serta pelanggaran terhadap peraturan perundang-undangan yang berlaku atau tidak melaksanakan sanksi administrasi.

Saat wartawan indonesiadetik.com mengkonfirmasi kepada manajemen PT.KRU Bengkulu, mengenai produksi pada Tambang Batubara PT. KRU (PT. Kusuma Raya Utama) Bengkulu, yang berlokasi di kecamatan Semidang Lagan Kabupaten Bengkulu Tengah Provinsi Bengkulu, “Kepala Teknik Tambang (KTT) ‘Weli Bungsu’ mengungkapkan “bahwa PT. KRU Bengkulu mendapatkan penilaian ‘Proper Biru’ untuk periode 2018-2019, ungkapnya senin (27/07/2020).

Namun ketika dicrosschek, pernyataan ‘Wili Bungsu’ tersebut tidak tepat, hal tersebut sangat bertentangan jika mengacu pada Surat Keputusan (SK) Menteri LHK Nomor 1049/MENLHK/SETJEN/PKL-4/12/2019 tentang Hasil Penilaian Kinerja Perusahaan Dalam Pengelolaan Lingkungan Hidup Tahun 2018-2019, ternyata PT. KRU Bengkulu mendapat penilaian “PROPER MERAH” alias masuk kategori upaya pengelolaan lingkungan yang dilakukan oleh PT.KRU Bengkulu belum sesuai dengan persyaratan, sebagaimana diatur dalam peraturan perundang-undangan yang berlaku.

Ketika dikonfirmasi balik mengenai hal tersebut diatas ke ‘Wili Bungsu’ selaku KTT / Kepala Teknik Tambang (Rabu, 29 /07/2020) mengakui dan meralat, untuk Proper PT. KRU adalah Proper Merah, Tuturnya.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, hal tersebut dikarenakan kesalahan informasi
Iya pak ada kesalahan informasi, Proper terakhir kita dapat Raport Merah karena cerobong asap PLTU.

Ketika ditanyakan lebih lanjut, pada cerobong asap PLTU Ada analisa apa yamg enggak dijalankan pak Wili ?Beliau memjawab, “Dijalankan semua, cuma lubang sampling tidak sesuai kaidah 8d 2d, tapi itu sudah diperbaiki dan sudah standard“, pungkasnya. (Parizal)

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *