judul gambar

Promosi Kesehatan Terintegrasi di Ponpes Al Hasanah

Bengkulu Tengah, indonesiadetik.com – Selasa 6 April 2021 Pondok Pesantren Al Hasanah (PPAH) bekerja sama dengan Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bengkulu menyelenggarakan acara promosi kesehatan terintegrasi. Kegiatan ini dihadiri Ketua Yayasan Al Hasanah, Bapak Yusran Hasymi, M. Kep., Ns., Sp.Kep.MB, Pimpinan Pondok Pesantren Al Hasanah, KH. Irham Hasymi, Lc., M.Pd, Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu H. Herwan Antoni, S.KM., M.Kes., M.Si beserta jajarannya, pihak Dinkes Kabupaten Bengkulu Tengah (Benteng), para ustadz dan santri putra.

Bertempat di halaman kampus Gedung Mujahidin acara dibuka oleh Kepala Dinkes Provinsi Bengkulu. Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa, “usia remaja dan sekolah merupakan hal yang sangat diperhatikan dalam mempersiapkan generasi penerus bangsa yang sehat, baik secara jasmani maupun rohani. Oeh karena itulah perlu diadakan upaya promosi kesehatan khususnya ditatanan pesantren yang ada di Provinsi Bengkulu untuk nantinya sebagai agen perubahan dalam pengendalian penyakit baik itu yang menular maupun yang tidak menular.” Lebih lanjut Ia menyampaikan bahwa kegiatan promosi kesehatan ini berkenaan dengan gerakan masyarakat sehat tidak terhenti sebatas kampanye dan sosialisasi, yang terpenting adalah implementasi di masyarakat sampai ke lapisan paling bawah.

Ustadz Irham, Pimpinan Ma’had Al Hasanah, dalam sambutannya menyampaikan bahwa saat ini ada 750 santri putra dan putri yang sedang menimba ilmu di PPAH ini. Beliau juga menyampaikan bahwa persiapan untuk bisa belajar tatap muka pada awal tahun ajaran Bulan Juli lalu tidak luput dari bantuan Puskesmas Pondok Kelapa, Dinkes Benteng dan Tim Gugus Covid-19 Benteng melalui rekomendasinya. Oleh karena itulah ia berharap, kerjasama antara ponpes dan dinas keshatan/puskesmas setempat akan selalu terjalin dengan baik. Beliau juga menyampaikan ucapan terima kasih tas dipilihnya Ponpes Al Hasanah sebagai tempat promosi kesehatan oleh Dinkes provinsi.

Setelah pembukaan, acara dilanjutkan dengan penyuluhan kesehatan, pembagian botol minuman dan senam gerakan masyarakat sehat (germas). Pihak Dinkes kemudian memberikan pelayanan pemeriksaan gizi Indek Massa Tubuh (IMT), ekspose data Inpeksi Kesehatan Lingkungan (IKL) dan kegiatan deteksi dini penyakit TBC yang diikuti oleh 75 orang santri putra, dan 25 santri putri dengan tempat terpisah. (Redaksi)

Bagikan :
Baca Juga:  Tidak Ada Aturan Kalau Penerima BLT DD 2022 Harus Vaksin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.