judul gambar
judul gambar

PERJUDIAN BERKEDOK GELPER TAK TERSENTUH APARAT PENEGAK HUKUM DI WILAYAH SUMATERA UTARA

Medan Sumut| IndonesiaDetik.Com Berdasarkan pantauan awak media dilapangan, saat ini permainan judi mesin gelper di warung-warung kecil semakin merajalela di Kota Medan dan Wilayah Sumatera Utara, seolah-olah ada tindakan pembiaran yang dilakukan oleh para oknum penegak hukum, Senin (30/08/2021).

Maraknya permainan judi Gelper tersebut meresahkan anak-anak yang masih di bawah umur, dan masyarakat yang disekitar warung tempat dibukanya judi Gelper tersebut di sekitar kawasan.

Banyak para suami yang lebih mengutamakan bermain judi Gelper dari pada memberi uang untuk anak istrinya, kebanyakan gaji para suami sudah habis tersedot di meja mesin judi Gelper, bahkan sering cek cok dalam rumah tangga, karena uang sudah habis di mesin judi Gelper.

“Dimasa sulit ekonomi sekarang ini, untuk biaya makan aja susah,” kata ibu yang tidak mau disebutkan namanya.

Tetapi ironisnya, dikala PPKM Level 3 dan 4 yang berlaku hingga akhir Agustus 2021 ini ternyata sebagian “tak berlaku” bagi mafia judi atau penggila judi di Kota Medan.

Baca Juga:  DPRD Kaur Cek Lokasi Pencemaran Lingkungan

Walau kabarnya ada lokasi judi yang ditutup karena pengunjung sepi, namun masih lebih banyak lokasi yang beroperasi hingga 24 jam.

Betapa tidak, arena perjudian berupa gelanggang permainan (gelper) atau dijuluki judi tembak ikan saat ini makin menggurita dan berkembang pesat serta kiprahnya memuncak di Seluruh Kecamatan Kota Medan.

Diketahui, hampir semua Kecamatan di Kota Medan judi tembak ikan ini tak sulit menemukannya dan banyak di pemukiman warga, gang gang kecil, warung sederhana, tempat cuci mobil, di ruko ruko, di pasar pasar bahkan dekat kantor Polisi sekalipun juga ada ditemukan bebas beroperasi tanpa hambatan.

Mesin judi tembak ikan ini memiliki kode tertentu, kendati model dan type meja ikan tampak mirip namun masing masing memiliki kode rahasia tertentu yang berbeda beda.

Dilansir pula dari beberapa Media yg tersebar memberitakan terkait hal ini, bahwa kode rahasia meja judi tembak ikan ini paling dominan ditengah masyarakat Kota Medan, setidaknya ada 2 (dua) kode rahasia dengan “mafia judi” yang berbeda.

Baca Juga:  Pasca Pungut Suara, Kabid Humas Tegaskan Kepolisian Siap Menjaga Situasi Tetap Kondusif

Adalah merk Joker 88, Hitam Putih, SS dan Surya 999 (pengganti merek TK Rejeki). Dan meja ikan dengan kode rahasia lain masih banyak yang beredar tapi tak begitu terkenal dipasaran.

Bisnis ‘haram’ ini cukup menggiurkan dikalangan mafia judi di Kota Medan, selain omzetnya besar juga tidak perlu bersusah payah mendapatkan pundi pundi uang.

Hanya mengelola 1 atau 2 lebih meja saja, maka bisa meraup ratusan juta rupiah. Dan nyaman pula beroperasi di Kota Medan yang dijuluki slogan “Ini Medan bung” itu.

Warga pun menjadi sangat bingung kenapa hal ini bisa terjadi. Padahal saat ini KAPOLDASU IRJEN POL PANCA PUTRA SIMANJUNTAK beserta Jajaran HUMAS, DIRKRIMUM POLDASU sangat tegas untuk memerintahkan seluruh jajarannya termasuk Kapolrestabes Medan dan Kapolres Deliserdang untuk agar segera membubarkan semua jenis kegiatan yang dapat menimbulkan kerumunan di tengah masa pandemi covid-19.

Baca Juga:  Kepala BPN: Kalau Ada yang Ingin Menarik Sertifikat, Jangan Dilayani !

Tindakan pengelola lapak perjudian ini jelas – jelas melecehkan aparat penegak hukum karena nekat melanggar undang undang sesuai Pasal 303 ayat (1) KUHP, berbunyi : Diancam dengan kurungan paling lama 4 (empat) tahun atau denda paling banyak sepuluh juta rupiah.

Salah satu contoh kecilnya saja, kegiatan perjudian terjadi di Desa Durin Simbelang tersebut diduga sudah berlangsung hampir satu tahun dan belum pernah sekali pun polisi berhasil menangkap pemilik lokasi dan bandarnya, padahal Disana selalu juga ada yang bernama Saudara KELANA TARIGAN sebagai orang yang katanya selalu menjaga arena judi di Wilayah Desa Durin Simbelang, Kabupaten Deliserdang.

“Nah, ada apa? Kenapa polisi tak pernah bisa menangkapnya? Tapi pertanyaan sebenarnya bukan itu. Tapi maukah polisi menangkapnya?,” papar ibu-ibu juga dengan penuh kekesalan.(Joe/Tim)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *