judul gambar

Perindagkop-UKM Kaur, Tidak Tegas Terhadap Pangkalan LPG 3 kg

Kaur , Bengkulu indonesiadetik.com – Kepala Seksi Pengembangan sarana prasarana Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Perindagkop UKM) Kabupaten Kaur, Mahdiyanti, mengatakan bahwa pengawasan dan pembinaan agen/pangkalan LPG 3 kg bersubsidi di Kabupaten Kaur dilakukan.

“Untuk regulasi HET, masih yang lama yakni perbup tahun 2015 hanya saja yang membedakan HET adalah jarak pangkalan dengan agen. Sementara untuk PNS boleh atau tidak mendirikan pangkalan, sampai saat ini kami belum menemui ketentuan pelarangan itu dalam artian untuk PNS dibolehkan”, tambahnya.

Masih menurut Mahdiyanti Kasi Pengembangan sarana prasarana Dinas Perindustrian, Perdagangan Koperasi Usaha Kecil dan Menengah (Perindagkop UKM) Kabupaten Kaur mengatakan, untuk pengawasan pernah kami lakukan dan ditemui bahwa pengecer LPG menjual kepada masyarakat Rp 23.000/tabung. Hal ini berdasarkan keterangan masyarakat saat membeli gas di pangkalan. Alasan pangkalan, banyak biaya yang dikeluarkan seperti lukbook, papan merek, photo copy, pengiriman dan lain-lain sehingga pangkalan menjual di atas HET, hanya saja tindakan sanksi belum ada dikarenakan masyarakat tidak mau menjadi saksi. Namun upaya yang telah kami lakukan, menyurati seluruh pangkalan di wilayah pemerintahan kabupaten kaur sebanyak dua kali. (19/2/21)

Baca Juga:  Olahan Serai, Minyak Gosok berikan manfaat untuk Kesehatan

“Kami akan membina oknum pangkalan nakal itu untuk bisa menyalurkan atau mendistribusikan LPG 3kg ini sesuai dengan peraturan yang ada, juga dijual sesuai dengan harga eceran yang telah ditetapkan agar penyaluran tersebut bisa tepat sasaran. Jika masih saja nakal, pemerintah daerah secara tegas akan mengambil sanksi mencabut izin perusahaan tersebut,” kata Mahdiyanti. (Yayan)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.