PENTINGNYA MENGAMATI KEBUTUHAN KONSUMEN PADA USAHA BAWANG MERAH GORENG

Lubuklinggau, Indonesiadetik.com – Bawang Merah Goreng adalah salah satu komponen pelengkap yang banyak digunakan pada aneka jenis kuliner di Indonesia seperti, Bakso, Soto, Sate, Nasi Uduk dan yang lainnya. Tanpa taburan bawang goreng yang punya rasa dan aroma yang khas, beberapa jenis makanan akan terasa kurang sempurna. Karena cukup banyak jenis makanan yang membutuhkan bawang goreng sebagai pelengkap, usaha pembuatan bawang goreng punya pasar yang cukup besar.
Pengusaha – pengusaha makanan dari kaki lima hingga restoran adalah pasar utamanya.

Bawang Merah Goreng KWT ini adalah terbuat dari bawang asli dan murni, tanpa campuran, Tanpa MSG dan tanpa bahan pengawet. Keunggulan Bamer KWT Kemuning yaitu : dibuat dengan Bawang pilihan yang di proses secara manual oleh ibu – ibu yang professional, menggunakan minyak kemasan yang teruji kualitasnya, kadar minyak yang sedikit karna menggunakan spiner mesin pengering minyak, kualitas yang sangat gurih dan renyah dan kriuk – kriuk, cocok dijadikan cemilan dan nasi hangat.

Bahan Baku. Bawang merah sebagai bahan utama pembuatan bawang goreng dihasilkan dari petani langsung, toke/gudang di daerah Kabupaten Kepahiang dan Rejang Lebong. Beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam memilih bawang merah antara lain, Pertama pilih bawang merah yang memiliki bentuk umbi yang tidak terlalu besar karena bawang merah dengan ukuran tersebut kadar airnya rendah. Kedua perhatikan warnanya, bila warna kebiru – biruan maka itu bukan bawang yang baik namun apabila warnanya merah itu menandakan bawang merah baik, Ketiga, pilihlah bawang merah yang teksturnya keras/sekel, Keempat, pastikan bawang merah yang masih ada akarnya dibagian bawahnya sebab apabila ada akarnya itu menandakan kesegaran bawang merah masih terjaga.

Pelengkap dan peralatan. Selain bawang merah sebagai bahan utama, bahan baku lain yang digunakan adalah minyak goreng kualitas teruji dengan satu kali pemakaian, tepung, garam. Sedangkan peralatan yang diperlu di persiapkan adalah alat pengiris khusus, wajan, namun apabila ingin menghasilkan kematangan sempurna pada bawang goreng gunakan (dreep fryer) (penggorengan dalam), dan gunakanlah stopwatch sebagai pengukur waktu saat menggoreng, serta siapkan mesin spinner yang berguna sebagai peniris minyak bawang goreng dengan begitu bawang goreng menjadi renyah dan rendah lemak.

Cara Membuat. Membuat bawang goreng diperlukan ketelitian saat menggorengnya. Untuk itu janganlah hanya mengandalkan kedua mata sebagai pengamat untuk melihat kematangannya, gunakanlah stopwatch sebagai alat pengukur waktu menggoreng.

Langkah – Langkah Membuat Bawang merah KWT. Pertama. Kupaslah kulit bawang merah, lalu iris bawang merah menggunakan alat pengiris bawang, lalu taburkan garam dan tepung sedikit aduk hingga merata, selanjutnya gorenglah bawang merah dengan suhu 60°C selama 12 menit, jika bawang berubah warna menjadi kuning kecoklatan angkatlah, lalu tiriskan dengan menggunakan mesin spinner. Bila sudah tiris minyaknya tuangkan bawang goreng kesebuah wadah lalu dinginkan sekitar 4 menit, baru dilakukan pengemasan.

Pengemasan. Untuk mengemas, memilih kemasan dari toples, plastik PET dengan bentuk unik dari berbagai ukuran. Tujuannya agar nilai marketing bawang goreng KWT terkuak sehingga mempunyai daya tarik sendiri. Selain botol kemasan juga bisa dibuat kemasan refill, dengan plastik biasa yang agak tebal dengan kapasitas 90 gram – 1 kg. Umumnya satu kilogram bawang merah mentah akan menjadi sekitar 0,3 kilogram bawang merah goreng dan memiliki daya tahan 4 – 5 bulan tanpa bahan pengawet.

Pemasaran. Banyak cara memasarkan bawang goreng kepada konsumen karena hampir semua makanan atau masakan memerlukan bawang goreng sebagai pelengkap ataupun topping. Produksi bawang goreng KWT ini dengan bahan baku berkualitas dan kemasan apik, pasarnya dari kalang menengah keatas, harga jual per 90 gr Rp.15.000 – 500 gr Rp.85.000. untuk itu KWT Kemuning memilih lokasi pemasaran produk ini sesuai dengan permintaan. Banyak cara bisa dilakukan, misalnya menawarkan pada toko – toko bahan makanan, atau titip jual secara konsinyasi. Selain itu pemasaran juga bisa dilakukan ke café atau restoran dengan sistem kontrak. Guna memperluas pemasaran pada produk ini menggunakan media massa cetak dan internet untuk promosi.

Prospek dan Kendala. Bawang goreng kerap digunakan banyak orang untuk menabur makanan disetiap masakan yang dibuatnya. Apalagi masyarakat Indonesia cenderung menggunakan bawang goreng siap saji dibanding buat sendiri, maka momen ini bisa saja mendatangkan peluang usaha dengan prospek menggiurkan.

Meski begitu kendala dalam usaha pembuatan bawang goreng pasti selalu ada yakni tingginya harga bawang merah dipasaran saat suplai sedang menurun. Penyebanya bila medekati hari raya seperti lebaran, natal, tahun baru dan musim hujan. Sehingga membuat produsen bawang goreng kesulitan mendapatkan bawang merah di pasar.

By. Helda Indra Yenti, Mahasiswi S2 Agribisnis UNIB

Doc.Mr Bay

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *