judul gambar

Pengerjaan Spam Offtake Senilai Puluhan M Di Nilai Asal-Asalan

Pasuruan, Jawa Timur, indonesiadetik.com – Warga Kecamatan Rembang, Kabupaten Pasuruan, gelar Aksi Protes Proyek Pengembangan Jaringan Perpipaan Spam Offtake, senilai puluhan Millyard rupiah yang dinilai di kerjakan asal-asalan dan membawa dampak buruk serta merugikan masyarakat.

Diketahui Curat marutnya pekerjaan proyek tersebut sebelumnya juga sempat mendapatkan protes dan di berhentikan sementara oleh masyarakat. Namun dilanjutkan kembali setelah ada kesepakatan dari pihak proyek untuk merapikan bekas galian dalam jangka waktu yang disepakati yakni 3 hari.

Kendati demikian kesepakatan tersebut ternyata di abaikan oleh pihak proyek, seola ada unsur sengaja atau pembiaran. Pasalnya di beberapa titik lokasi terlihat masih banyak tumpukan bekas galian yang memakan badan jalan mengakibatkan rawan terjadi kecelakaan, tak hanya itu dampaknya jalan jadi berdebu berakibat fatal bagi kesehatan dan sangat meresahkan warga sekitar.

Baca Juga:  Bhabinkamtibmas dan Personil Polsek Kecamatan Muara Lakitan Ikut Membantu Penyemprotan Disinfektan di Desa Semeteh

Protes masyarakat pun berlanjut dengan kembali aksi turun jalan. Jumat (23/10/2020) yang mana Kali ini masyarakat didampingi Pemuda Karang Taruna (RADEN FATAH) sinergi dengan Sahabat Pemuda Rembang, memintah supaya pihak-pihak terkait segerah menindak lanjuti keluhan masyarakat, yang terkena dampak bekas galian tersebut.

Ketua Sahabat Pemuda Rembang Burhan Akbar, di dampingi mantan Aktivis Mahasiswa HMI Rifai, juga beberapa Anggota Karang Taruna Raden Fatah, saat memantau langsung kondisi lapangan pihaknya juga sepakat dan membenarkan protes warga tersebut.

Menurutnya curat marut pengerjaan proyek tersebut karena minimnya menejemen juga peralatan yang sangat tidak memadai untuk proyek senilai puluhan M itu, serta juga tidak adanya sosialisasi kepada masyarakat terdampak, yang disampaikan entah melalui Pemerintah Desa atau Jajaran Muspika di wilayah tersebut.

Sungguh sangat ironis sekali, proyek dengan anggaran puluhan M. Tapi kondisi di lapangan sangat memprihatinkan,” cetus Burhan.

Baca Juga:  Meriahkan MTQ, Bupati Instruksikan Pasang Spanduk dan Umbul-Umbul

Menurutnya Ketua Sahabat Pemuda Rembang Burhan Akbar, hal ini diduga pihak proyek yang mengerjakan minim managemen atau tidak ada keahlian di bidang tersebut. sehingga kapasitas pekerja maupun peralatan yang diturunkan tidak sesuwai spec nya atau kurang memadai dan dampaknya masyarakat yang yang di rugikan.

Saya faham terkait proyek, ini jelas patut di pertanyakan. Bersama yang lain membawa aspirasi masyarakat kita akan lakukan klarifikasi ke pihak dinas terkait,” imbuh Burhan.

Sementara itu Faisol Bahri, anggota Pemuda Karang Taruna Raden Fatah Desa Rembang, dalam pernyataannya meminta agar pihak Proyek atau Dinas terkait juga memperhitungkan dampak yang dialami masyarakat, karena menurutnya sangat merugikan baik bagi kesehatan ataupun keselamatan pengguna jalan.

Mewakili masyarakat, atas nama Pemuda Karang Taruna, saya minta agar pihak proyek atau pihak dinas terkait segera membenahi merapikan bekas galian ini, Jangan demi meraup hasil besar mengabaikan kepentingan masyarakat, jangan menunggu aksi kami dengan masa lebih besar,” ujar Faisol.

Baca Juga:  Pemerintahan Desa Pardasuka Bagikan BLT Secara Dor to Dor

Hal senada juga disampaikan mantan Aktivis Mahasiswa HMI Rifai, ia mengatakan masyarakat tidak butuh kesepakatan saja, tapi tindakan yang nyata agar keresahan dari dampak yang ditimbulkan tidak berlarut-larut di rasakan oleh masyarakat.

Intinya kami minta bekas galian dan debu ini tidak lagi mengganggu atau merugikan masyarakat itu saja,” tegas Rifai.

Lebih lanjut Rifai meneruskan. “Jangan sampai kami temukan adanya unsur kesengajaan atau kelalaian yang mengakibatkan jatuhnya korban karena tanah bekas galian ini, kami akan lakukan langka tegas jika sampai terjadi,” pungkasnya. (sofi)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.