judul gambar

Pendamping BSP Mura kecewa, Jelang lebaran tali asih/insentif tak keluar

Sumsel, Musirawas, Indonesiadetik.Com – Disaat presiden Republik Indonesia, Joko Widodo menginstruksikan untuk dikeluarkan THR bagi ASN, Tni/Polri serta pegawai perusahaan di H-10 jelang lebaran, agar bisa memenuhi kebutuhan konsumtif dan kebutuhan keluarga saat hari raya idul fitri bisa terpenuhi. Hal ini miris yang dialami oleh relawan sosial ( TKSK) propinsi Sumatera Selatan Kabupaten Musirawas masih menunggu dengan harap yang tak pasti pada H-2 hari lebaran. Hal yang dinanti adalah tali asih atau insentif sebagai pendamping program Bantuan Sosial Pangan terhitung tiga (3) bulan Januari-Maret 2021.

Menurut sumber salah satu pendamping BSP kabupaten Musirawas yang minta namanya dirahasiakan, hari ini ( Selasa, 11 Mei 2021 ) sebagian kawan-kawan masih ada yang mengurus pembukaan buku rekening untuk mengambil TA ( Tali Asih) sebagai TKSK, sambil menunggu kabar baik untuk insentif sebagai pendamping program BSP padahal uang nya sudah ada di dinas Sosial Propinsi Sumatera Selatan dan surat pemberitahuan untuk mengambil oleh perwakilan baru diterima H-2 jadi dipastikan tidak akan bisa disebab waktu yang terlalu mepet dan ada nya penyekatan di setiap perbatasan kabupaten/kota.

Baca Juga:  Komisi A DPRD Sumut Gelar RDP Tentang Konflik Lahan PTPN II, LBH Medan Minta Hadirkan Pejabat Terkait

” kami kecewa dengan kebijakan tersebut, padahal sebelum nya per triwulan biasa nya dikirim atau perwakilan ngambil nya di bulan April, dengan Jedah waktu pemberitahuan H-10, nah ini H-2 jelang lebaran bulan Mei lagi, seakan tak ada simpati kepada kami yang hanya berstatus relawan sosial.” ungkap salah satu pendamping BSP tersebut.

Saat ditanya awak media apakah sudah ada koordinasi ke dinas Sosial propinsi Sumsel dan bagaimana sikap nya kawan-kawan pendamping BSP Musi rawas, dengan tenang salah satu perwakilan menjawab :” ya saat ini hanya pasrah dan untuk koordinasi dan solusi sudah dari kamarin ( senin, 10 Mei) tapi hingga hari ini seperti nya memang tak bisa untuk solusi transfer dan diharus kan ke Palembang, ya pasrah saja, dan hanya kecewa yang kami dapat, untuk kedepan bagaimana nanti hasil nya,kami semua pendamping akan musyawarah dan semoga hal tersebut menjadi pembelajaran buat kami. ” tutup nya.

Baca Juga:  TEWAS DI TEMPAT, KORBAN LAKA LANTAS MEDAN - BELAWAN

Solihin Leo ( 11 Mei 2021 )

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.