judul gambar
judul gambar

Penanaman 20.500 Bibit Mangrove Di Desa Semare Disoroti, AJIB Minta Dokumentasi Pekerjaan

Pasuruan Jawa Timur – IndonesiaDetik.Com – Aliansi Jaringan Indonesia bersatu (AJIB) salah satu lembaga swadaya masyarakat yang konsisten pemerhati lingkungan hidup dan kelestarian alam, datangi Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Pasuruan, Rabu 15 September 2021.Siang.

Kedatangan AJIB tersebut guna gelar audiensi membahas terkait penanaman 20.500,- bibit pohon mangrove di Desa Semare, Kecamatan Kraton, Kabupaten Pasuruan, yang dinilai tidak ada keterbukaan informasi publik dan terkesan ada kejanggalan.

Rombongan AJIB yang dipimpin langsung pimpinan pusat Badrus Salam, didampingi wakilnya Nur Hasan, dan beberapa anggotanya Husaini, Huda, Samsul Arif, Ismail, Subkhan, Sodiq, dan Yazid, tiba dikantor dinas perikanan disambut Kabid Pelayanan, Sekretaris dan beberapa lainnya melibatkan Pokmaswas Damai Lestari di ruang pertemuan.

Merespon hal itu Badrus Salam, sebelum audiensi dimulai meminta agar Kadis bisa dihadirkan dalam forum tersebut. “Saya minta dengan hormat agar Kadis yang menemui kami. Karena Jauh hari sebelumnya kami sudah kirim surat resmi, artinya kami tidak main-main jangan seolah lari dari tanggung jawab. Kalau memang ada dinas luar coba boleh saya lihat dokumen izin tugas luarnya,” Kata Badrus.

Baca Juga:  Rumah Petani Teras Terunjam Rata Dilahap Si Jago Merah

Hal itu disampaikan karena pada sebelumnya ia dengan beberapa anggota pernah datang langsung guna klarifikasi. Namun Kadis tidak dapat ditemui, sehingga kemudian mengirim surat resmi guna audiensi tersebut.

“Kedatangan kita membawa aspirasi masyarakat khususnya warga Desa Semare. Jangan sampai nanti kita temukan ada penyimpangan dalam pekerjaan ini. Tidak segan-segan akan kita laporkan penemuan ini ke pihak berwajib,” Tegas Badrus.

Dilanjutkan Wakil Pimpinan Pusat AJIB Nur Hasan mengatakan, tidak penting diperdebatkan apa lagi sampai terjadi ketegangan, karena semua punya landasan hukum yang jelas dan setiap program pemerintah apapun itu pasti ada Surat Pertanggung Jawabannya.

“Kita disini bicara dengan dilandasi hukum, kita tidak mau sampai bersitegang apa lagi adu fisik. Kami hanya minta dokumentasi waktu awal pelaksanaan hingga dinyatakan selesai dan ditunjukan pada kami itu saja kok repot. (Iki duwek negoro duduk duwik.e bapakne ojok sak enak.e dewe) Ujar Nur Hasan.

Baca Juga:  Antusias Dukungan Lismidianto-Herlian Dari Kecamatan Semidang Gumay Terus Mengalir

Lebih lanjut Nur Hasan, minta agar audiensi tersebut dicukupkan dengan kemudian dilanjutkan pada audiensi berikutnya dengan kehadiran Kepala Dinas langsung dengan menunjukkan bukti-bukti dokumentasi pelaksanaan pekerjaan penanaman 20.500,- pohon mangrove itu.

Badrus Salam. “Tidak hanya itu kami juga punya data terkait penanaman pohon mangrove yang sumber dananya dari Dinas Kabupaten Pasuruan sendiri dan itu hanya akan saya ungkap nanti dihadapan Kepala Dinas langsung,” Pungkasnya Barus Salam.

Sementara itu Sugeng selaku Sekretaris Dinas dan Retni Kepala Bidang Pelayanan mengatakan, terkait penanaman 20.500,- pohon mangrove pihaknya sama sekali tidak tahu menahu karena langsung wewenang dari Direktorat Dinas Perikanan dan Kelautan Provinsi.

“Sebelumnya kami meminta maaf karena Kadis tidak bisa menemui karena beliau sedang ada jadwal dinas keluar. Dan terkait mangrove penanaman 20.500 pohon, itu wewenang propinsi kami hanya diberi tahu dan bukan tanggung jawab kami,” Ujar Sugeng.

Baca Juga:  Dugaan Tindak Pidana Penggunaan Surat Tanah Palsu, Polrestabes Medan Diminta Segera Tetapkan Tersangka

Adapun diketahui Pokmaswas yang hadir dan ikut terlibat dalam audiensi tersebut antara lain, Ketua Pokmaswas H. Broto, Wakil ketua Muslimin, Bendahara Nanang, dan Kelompok Tani Hutan Abdul Rohman.

“Semua kegiatan pelaksanaan saat itu sebenarnya sudah saya foto dan kami kirimkan kepada dinas sebagai laporan semuanya. Tapi kendalanya sekarang HP saya yang waktu itu rusak dan fotonya hilang semua,” Ucap Muslimin. (sofi)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *