judul gambar
judul gambar

Pembobol ATM di Kota Bukittinggi, di Ungkap Tim Opsnal Polres Bukittinggi

Bukittinggi Sumbar. Indonesiadetik.com – Penyelidikan dilakukan secara terus menerus, akhirnya Sat Reskrim berhasil mengungkap pelaku pencurian dengan pemberatan (Curat) pembobol ATM yang terjadi di Bukittinggi, pada hari Selasa tanggal (17/8) di Jalan Veteran, Kelurahan Puhun Pintu Kabun Tembok, Kec. Mandiangin Koto Selayan, Kota Bukittinggi Sumbar.

Dalam Konferensi Pers, Kapolres Bukittinggi Akbp Dody Prawiranegara, SH, SIK, MH, didampingi Waka Polres Kompol Sukur Hendri Saputra, SIK, dan Kasat Reskrim Akp Allan Budi Kusumah Katinusa, SIK, menjelaskan bahwa benar anggota Tim yang dibentuk untuk mengungkap kasus ini yaitu Opsnal Reskrim Polres Bukittinggi dan Polsek Bukittinggi, dipimpin oleh Waka Polres Kompol Hendri dan Kasat Reskrim Akp Allan, melalui penyelidikan telah berhasil menangkap pelaku pembobol ATM BNI yang berlokasi di Jalan Veteran, Kelurahan Puhun Tembok, Kecamatan MKS, Kota Bukittinggi Sumbar.

Baca Juga:  Inna Lillahi Wa Inna Iliaihi Rajiun, Syekh Ali Jaber Meninggal Dunia

Pihak PT. Swadharma Sarana Informatika (SSI) sebagai pihak pelapor mengalami kerugian Rp. 212.550.000 (dua ratus dua belas juta lima ratus lima lima puluh ribu rupiah). Pembobolan ATM ini dilakukan para tersangka pada tanggal 13 Juli 2021. Anggota kita, telah berhasil menangkap keempat tersangka tersebut tadi malam hari Selasa tanggal 17 Agustus 2021, operasi penangkapan mulai pukul 21.00 WIB, ujarnya.

Menurut Kapolres Dody, adapun keempat tersangka tersebut berinisial AS (36), MAY (35), H (43), dan RR (40). Para tersangka ini dilakukan penangkapan dengan cepat kilat oleh Opsnal Reskrim untuk menghindari tersangka melarikan diri keluar daerah, dalam waktu dua jam para tersangka dapat ditangkap, serta menyita barang bukti dari para tersangka. Keempatnya ditangkap di Bukittinggi

Dari hasil kejahatan Curat pembobolan ATM tersebut, keterangan dari para tersangka, yaitu tersangka AS mendapat bagian Rp. 35.000.000 (tiga puluh lima juta rupiah), dan uang tersebut digunakan membeli sepeda motor Scoopy, dan sisanya telah habis untuk biaya sehari-hari, tersangka MAY mendapat bagian Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah), uang tersebut habis untuk biaya sehari-hari, tersangka H mendapat Rp. 25.000.000 (dua puluh lima juta rupiah), uang tersebut digunakan untuk membeli 1 (satu) buah jaket Levis, 1 (satu) helai celana Levis, dan 1(satu) buah HP merk OPPO, kemudian sisanya digunakan untuk kebutuhan sehari-hari, dan tersangka RR mendapat bagian Rp. 29.850.000 (dua puluh sembilan juta delapan ratus lima puluh ribu rupiah), dan uang itu digunakan untuk biaya hidup sehari-hari.

Baca Juga:  Progres Cawabup Baru Jelas Dan Menyentuh Masyarakat

Menurut Dody, dari para tersangka berhasil disita sebagai barang bukti berupa 1 (satu) Unit Las Potong merk
TEKIRO, 1 (satu) buah tabung oksigen warna putih, 1 (satu) buah tabung gas ukuran 3 (tiga) Kilogram, 2 (dua) buah linggis warna orange, 1 (satu) Unit sepeda motor merk Yamaha N-Max BA 4548 LP, 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Scopy warna merah BA
2614 LO, 1 (satu) unit sepeda motor merk Yamaha RX King warna biru B 4195 PP, 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Scopy warna hitam BA 5095 LP, dan 1 (satu) helai jaket levis warna biru, 1 (satu) helai celana levis warna coklat.

Kasat Reskrim Allan Budi, bahwa kepada keempat tersangka dijerat dengan Pasal 363 ayat (1) ke 4e dan 5e KUHPidana, dengan ancaman hukuman selama tujuh tahun, demikian Kasat Reskrim mengakhirinya. (Humas ResBkt/ F. St mudo)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *