Pasar Tradisional Agropolitan yang Gagal

Musi Rawas, indonesiadetik.com – Sejatinya pasar adalah tempat bertransaksi antara penjual dan pembeli, untuk memutar roda ekonomi didaerah setempat.

Hal ini tidak terjadi dipasar agropolitan serta jauh dari definisi dan kriteria apa yang disebut pasar itu sendiri. Kondisi pasar pun tidak teeawat dilingkungan pasar banyak ditumbuhi rumput, dan kondisi pasar dengan atap yang sudah mulai rusak.

Hal tersebut sebenarnya tidak mengapa, jika pasar tersebut memang kesehariannya beroperasi dengan normal. Tragis memang apa yang dialami pasar agropolitan Musi Rawas, karena dalam kurun waktu setahun hanya ada beberapa kegiatan yang dilakukan dipasar ini’ itupun bukan kegitan jual beli secara normal seperti apa yang terjadi di kebanyakan pasar lainnya.

Hal senada dikatakan JH (45), saat diwawancarai indonesiadetik.com beliau mengatakan “hanya waktu pembukaan pasar puluhan tahun yang lalu saja yang terlihat seperti pasar, setelah itu karena sepinya masyarakat untuk berbelanja dipasar agropolitan sehingga mengakibatkan kondisinya lambat laun mulai ditinggalkan para pedagang’ kemudian lama-kelamaan kondisi bangunan ya seperti sekarang”.

Masih dalam waktu bersamaan beliau mengatakan “cobalah dari awal sebelum pembangunan dikaji dulu dari, mengenai posisi dan lokasi pembuatan ya dalam hal ini melibatkan bebeapa pihak, seperti masyarakat muara Beliti, pengamat, bahkan para penjualnya sehingga tidak terjadi hal seperti ini”(ungkap JH).

“Kami masyarakat mengharapkan semoga Bupati dan wakilnya yang terpilih bisa membenahi Masalah ini, dan mencari solusinya, mungkin pemberian insentif kepada pedagang?, atau mungkin masyarakat diberi diskont apabila belanja dipasar itu?, atau apalah’ saya kira Bupati kedepan akan memiliki tenaga-tenaga ahli yang profesional untuk membenahi masalah ini”(imbuh JH).

Dok. Munzi

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *