judul gambar
judul gambar

Nelayan Bengkulu Selatan Tanpa Asuransi

Bengkulu Manna, indonesiadetik.com – Para nelayan di Bengkulu Selatan (BS) harus ekstra hati hati saat melaut. Pasalnya, jika terjadi kecelakaan. Mereka tidak mendapatkan perlindungan asuransi. Sebab saat ini asuransi keselamatan nelayan sudah dihapuskan. Jum’at , 17/ 09/ 2021.

” Para nelayan tanpa asuransi sejak Oktober 2020 lalu,” kata Kepala Dinas Perikanan BS, Novianto SSos MSi.
Dikatakan Novianto, sebelumnya ada asuransi keselamatan nelayan BS. Hanya saja sejak akhir tahun 2020 lalu, pihak Jasindo menghentikannya.

Sebab syarat agar premi asuransi bisa dibayarkan oleh pihak Jasindo mensyaratkan minimal jumlah nelayanan sebanyak 3 ribu orang. Sedangkan di BS hanya 495 nelayan saja. Untuk mengantisipasi agar para nelayan bisa mendapatkan asuransi keselamatan, dirinya mengaku akan mengupayakan BPJS Ketenaga kerjaan. Hanya saja saat ini keterbatasan anggaran. Sebab yang tersedia pada APBD BS sebesar Rp 175 ribu perorang pertahun. Sedangkan premi BPJS tersebut sebesar Rp 216 ribu perorang pertahun.

Baca Juga:  Anggota Satgas TMMD/N ke 111 Kodim 0306/50 Kota Laksanakan Apel Pagi Bersama Warga

” Kami mengupayakan adanya tambahan anggaran pada APBDP BS 2021 agar para nelayan mendapatkan jaminan asuransi keselamatan kerja,” ujarnya.

Dengan tidak adanya asuransi keselamatan kerja, maka para nelayanan tersebut tidak dapat menerima biaya asuransi, jika terjadi kecelakaan saat melaut. Sehingga kalaupun mereka mengalami luka -luka atau bahkan hingga meninggal dunia, pihaknya tidak bisa memberikan bantuan. Oleh karena itu, dirinya berharap nantinya ada anggaran biaya premi untuk asuransi nelayan tersebut pada APBD BS. Sehingga saat terjadi kecelakaan di laut, para nelayanan tersebut mendapatkan biaya santunan.

“Kami akan upayakan, semoga didukung DPRD BS, untuk menganggarkan premi asuransi tersebut,” harap Novianto. (Lidya)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *