judul gambar

Miris, Yaidah dari Surabaya Mengurus Surat Kematian Anaknya Hingga ke Mendagri

Surabaya, Jawa Timur, indonesiadetik.com – Teramat miris ketika mendengar kisah seorang Ibu dari Surabaya yang ingin mengurus surat kematian anaknya hingga ke Mendagri di Jakarta.

Seorang ibu warga Surabaya bernama Yaidah pergi seorang diri ke Kemendagri.

Tujuannya hanya satu, hanya ingin mendapatkan surat akta kematian anaknya, ia mengaku dipersulit mengurus akta kematian di kelurahan setempat dan Dispendukcapil Surabaya.

Menurut keterangan Aprilia Yaidah memerlukan akta itu untuk mengurus asuransi sang anak dan di beri waktu selama 60 hari, jika tidak ada surat kematian maka asuransi itu akan hangus,” katanya. (27/10).

Anak ibu ini meninggal pada Juli 2020. Ia kemudian mengurus ke kelurahan Lidah Wetan, Lakarsantri.

Baca Juga:  Walikota ikut mensukseskan Kegiatan Halal Bihalal IKTR Bukittinggi

Sesampai di kelurahan, ia diarahkan agar kiranya mengurus surat keterangan meninggal ke rumah sakit. Tanggal 25 Agustus, seluruh berkas persyaratan untuk pengajuan akta kematian telah diserahkan. Dari kelurahan, berkas tersebut kemudian dikirim ke Dispendukcapil.

Namun, sampai berhari-hari ditunggu, rupanya akta kematian itu tak kunjung datang. Bahkan ia mengaku sempat bolak-balik menanyakan ke pihak kelurahan. Adapun alasannya karena data untuk almarhum anaknya belum bisa diakses.

Lebih lanjut Yaidah kemudian mendatangi Dispendukcapil Surabaya di Mal Pelayanan Publik di Siola. Di sana ia malah seperti layaknya dipingpong, diarahkan balik ke kelurahan hingga ia pun naik turun dari lantai satu ke lantai tiga. Dia pun merasa mendapat perlakuan kurang baik saat di Dispendukcapil Surabaya,” tutur Aprilia.

Baca Juga:  Pemprov Bengkulu dan UGM, Bahas Kerjasama dan Sharing Program Peternakan

Merasa putus asa, Yaidah memutuskan untuk pergi ke Kemendagri di Jakarta. Ia kemudian pamit ke suaminya dan pergi dengan menaiki kereta seorang diri. Yaidah berangkat pada 22 September naik kereta api.

Sesaat sampai di Mendagri para petugas pun kaget, ada warga dari Surabaya yang mengurus akta kematian di Jakarta, seharusnya akta itu ya di urus di Surabaya.

Merasa iba, petugas Mendagri kemudian membantu Yaidah dengan menelphone Dispendukcapil Surabaya. Akta itu kemudian langsung jadi saat itu juga,” pungkas Aprilia. (Asty)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.