MENGAMATI PERILAKU KONSUMEN!!! LEBONG COFFE SOLUSINYA

Lebong, indonesiadetik.com – Kopi adalah minuman hasil seduhan biji kopi yang telah disangrai dan dihaluskan menjadi bubuk. Kopi merupakan salah satu komoditas dunia yang di budidayakan lebih dari 50 Negara. Secara umum ada dua jenis yaitu Kopi Robusta (Coffea canephora) dan Kopi Arabika (Coffea arabica).

Sejarah mencatat bahwa penemuan kopi sebagai minuman berkhasiat dan bersinergi pertama kali ditemukan oleh Bangsa Etiopia di benua afrika sekitar 3000 tahun lalu(1000 M) . Kopi kemudian terus berkembang hingga saat ini menjadi salah satu minuman paling populer di dunia yang dikonsumsi oleh berbagai kalangan masyarakat. Indonesia sendiri telah mampu memproduksi lebih dari 400 ribu ton kopi per tahunnya. Disamping rasa dan aromanya yang menarik, kopi juga dapat menurunkan risiko terkena penyakit kanker, diabetes, batu empedu, dan jantung.

Lebong Coffe Merupakan Kopi Jenis robusta, yang mana 100% bubuknya dari kopi asli.
Lebong Coffe merupakan usaha Industri rumah tangga yang didirikan sejak Tahun 1995 di Kabupaten Lebong, Kecamatan Amen. Berjalannya waktu Lebong Coffe ini sudah beberapa kali berganti merk serta kemasan, mulai dari Lolita, Rafflesia, Angsa Mas hingga berubah merk menjadai Coffe Lebong.

Perubuhan merk menjadi Coffe Lebong ini terjadi semenjak pengambil alihan oleh generasi kedua yang mengelolanya pada Tahun 2012. Untuk
Pemprosesan kopi sebelum dapat diminum, tentu telah melalui proses panjang yaitu dari pemanenan biji kopi yang telah matang, baik dengan cara mesin maupun dengan tangan kemudian dilakukan pemprosesan biji kopi dan pengeringan sebelum menjadi kopi gelondong. Proses selanjutnya yaitu penyangraian dengan tingkat derajat yang bervariasi. Setelah penyangraian, biji kopi digiling atau dihaluskan menjadi bubuk kopi sebelum kopi dapat diminum.

Proses pembuatan Lebong Coffe dilakukan oleh 4 orang karyawannya yang diawali dengan pemilihan bahan baku biji kopi Robusta yang berkualitas tinggi, setelah itu disangrai dengan menggunakan alat terbuat dari drum yang di putar menggunkan mesin, untuk pengapiannya pada proses penyangraiannya masih menggunakan kayu. Setelah proses sangrai dilakukan penyakan untuk proses pemisahan biji kopi dari kulit arinya, kemudian lakukan penumbukkan menggunakan mesin penumbuk tepung hingga siap saji, setelah itu baru dilakukan proses pengepakan.

Lebong Coffe 100% tanpa campur apapun ini dikemas mulai dari berat 500 gram, 100 gram, 250 gram hingga 1 Kilogram, dengan kemasan yang sangat menarik.
untuk Cara penyajian Lebong Coffe : Pertama Masukkan satu sendok makanan kopi bubuk (10 gr) kedalam 1 gelas air panas (200 ml), kemudian ditambah gula, susu atau cremer sesuai selera.

Lebong Coffe 100% dipasarkan melalui otlet, mini market, toko oleh-oleh, dan toko manisan yang ada di Kabupaten Lebong, untuk proses pemasaran secara online pernah dilakukannya tetapi tidak begitu aktif karena belum memiliki SDM yang begitu handal dibidang pemasaran secara online.

Dari hasil wawancara yang dilakukan, Lebong Coffe setiap minggunya memproduksi biji kopi Robusta sebanyak 800 Kg hingga 1 Ton dan meraup Omset 6-7 Juta perminggunya, dengan rata 25 juta hingga 30 juta perbulan.

By Angger Saputra Mahasiswa Pasca Sarjana Program Studi Agribisnis Universitas Bengkulu.

Doc. Mr Bay

Bagikan :

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *