judul gambar
judul gambar

Mencegah Banjir di Aliran Sungai Rupat, Pemerintah Akan Anggarkan Dana Normalisasi di APBD Tahu 2020

indonesiadetik

Kota Bengkulu, Indonesaiadetik.com – untuk menidak lanjuti permasalahan  aliran Sungai Rupat yang dipermasalahkan  warga, anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) kota Bengkulu mengadakan hearing dengan mengundang semua pihak yang terkait. Selasa pagi (05/11/19).

Yang menghadirin hearing tersebut Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR ),  Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD)  Kota dan juga Provinsi Bengkulu, Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Forum Daerah Aliran Sungai (FORDAS), Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWSS) 7, Badan Pengelola Daerah Aliran Sungai (BP DAS), Badan Pertanahan Nasional (BPN), Camat Selebar, Lurah Pagar Dewa, RT 041 Pagar Dewa, Rt 01 Cempaka Permai,  , termasuk  pemilik lahan yang diduga melakukan pembangunan dialiran sungai yaitu Sahlan Sirad,

Hearing dipimpin oleh Wakil Ketua 1 DPRD Kota, Marliadi berlangsung berjalan komunikatif dengan dimulai pemaparan segala permasalahan yang terkait kondisi Sungai Rupat yang mana sebelumnya anggota DPRD Kota telah melakukan sidak. Disamping itu dipertegas oleh Ketua RT 01 Cempaka Permai, Buyung, kembali menjelaskan atas keberatannya dengan pemasangan gorong gorong yang di cor ditengah aliran sungai tersebut.

Baca Juga:  Rodi Rosadi, Gandeng PT. SMM Lakukan Penyemprotan Cegah Covid-19

Kami masyarakat  RT 01 Cempaka Permai dibuat resah oleh aktivitas  proyek Pak Sahlan Sirad memasang gorong-gorong di cor atau patok yang menjorok ketengah sungai, menurut kami tidak saja warga RT 01 yang rawan kebanjiran, RT 041 dan RT 042 Pagar Dewa juga mengalami kebanjiran, kalua musim hujan  sungai itu tidak sanggup lagi menampung debit air, ditambah lagi kiriman dari Km 8 dan Hybrida ujung, sedang dibagian ilir aliran sungai ini dipersempit, kami berkeingin bermusyawarah dengan Pak Sahlan melalui RT 041 tapi belum bisa, mungkin momen ini sangat baik untuk kami sampaikan , memang apa yang ditayangkan itu memang betul adanya, kondisi badan sungai tinggal sepersekian persen, kami warga RT 01 Cempaka Permai resah, kalau hujan deras kami  tidak hanya banjir tapi terendam, kami berharap dalam forum ini dapat dicarikan solusi. “ Ungkap pak buyung RT 01 Cempaka Permai

Baca Juga:  Wisata Alam Air Bengkenang Sepi Pengunjung

Menurut pak sahlan “ Saya agak kagek juga karena ketua RT 01 Pak buyung belum pernah konfirmasi  ke saya apa tujuan bangunan itu, dibangun diatas lahan siapa dan apa nama bangun itu, hanya ada RT 041 menemui saya minta konfirmasi dan saya jelaskan sejelas jelasnya, kalua RT 01  menemui saya mungkin akan paham permasalahanya apa.”

menurut Hazni Kasi Perencanaan SDA PUPR Provinsi “ Kami akan turun dan mengecek kondisi lapangaan seperti apa. Jika memungkinkan kami akan mengajukan anggaran normalisasi aliran sungai Rupat di APBD 2020 nanti,”  Selain itu, Wakil Ketua 1 DPRD Kota, Marliadi yang memimpin hearing tersebut Sepakat bahwa sungai harus  dibenahi dan dinormalisasi perlu campur tangan pemerintah Dinas PUPR Kota ataupun Provinsi, dibantu oleh pihak terkait untu izin-izin lahan yang terkenah normalisasi aliran sungai dan dewan siap mendukung. /hrn

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *