judul gambar
judul gambar

LBH Medan Desak Tim Satgas Covid Tutup Diskotik Alectra, D’Blues dan Krypton

Maswan Tambak

Medan Sumut | IndonesiaDetik.Com – Desakan kepada Satgas Covid untuk segera menutup Diskotik Alectra, D’Blues dan Krypton terus berdatangan.

Kini giliran Lembaga Bantuan Hukum ( LBH) Medan, angkat bicara bahwa tempat hiburan yang berada di CBD Polonia Medan, Komplek Plaza Milenium Center, dan Mall Ramayana Pringgan itu pantas secepatnya di tutup lantaran diduga melanggar aturan tentang Protokol Kesehatan (Prokes) yakni melebihi jam tayang batas waktu yang ditentukan dan juga dugaan adanya peredaran narkoba di tempat tersebut.

Direktur LBH Medan melalui Kepala Divisi Sipil dan Buruh Maswan Tambak menanggapi diskotik ketiga tempat tersebut masih saja beroperasi selama masa pandemi Covid-19, PPKM level 4 kepada awak media Tim Korwil Sumut IndonesiaDetik.Com, pada Selasa melalui telepon seluler.(14/9/21)

Maswan juga mengatakan sangat heran selama pandemi Covid-19 semua pihak menahan diri agar tidak menimbulkan kerumunan, justru pengelola Diskotik ketiga tempat tersebut masih juga nekad membuka usaha diduga hingga malam hari. ”Sekolah saja masih diliburkan, tapi mengapa diskotik kok bisa bebas beroperasi ya,” tanya Maswan dengan penuh keheranan.

Baca Juga:  "Rohidin Mersyah" Apresiasi Gotong Royong Warga Dalam Membangun Masjid

Menurut dia, pengawasan Tim Satgas Covid-19 dan PPKM Kota Medan terhadap lokasi hiburan termasuk diskotik dinilai masih sangat lemah dalam menindak tegas para pengusaha tersebut dan terkesan takut, padahal Wali Kota Medan Bobby Nasution dan Kapolrestabes Riko Sunarko sudah sangat tegas dalam menegakkan aturan hukum saat ini .Tapi mengapa dalam pengawasannya justru kuat terhadap usaha kecil dipinggir jalan.

”Coba kita lihat setiap malam ada saja petugas mendatangi usaha pinggir jalan bilamana membuka usaha melebihi pukul 21.00 wib,” jelasnya.

Tim Korwil Sumut Media Online IndonesiaDetik.Com mengatakan juga, kami berharap dalam menegakkan aturan Tim Satgas Covid-19 yang ada di Kota Medan tidak boleh diskriminasi dan jangan tebang pilih. Semuanya harus diperlakukan sama agar aturan itu bisa bermakna.

Baca Juga:  Zularfin, Dt.Parpatiah nan sabatang, Terpilih menjadi ketua Wali Nagari se Sumbar periode 2021 s/d 2024

”Kalau warung pinggir jalan ditindak ya diskotik yang bisa menimbulkan kerumunan tersebut juga harus mendapat perlakuan yang sama.
Kalau tetap membandel, ya lakukan tindakan hukum agar mereka jera,” jelas Bung Joe.

Terpisah Direktur Pusat Studi Pembaruan Hukum dan Peradilan( Puspha) Muslim Muis berharap Satgas Covid-19 kota Medan harus bertindak tegas terhadap pengelola diskotik tersebut

Menurut Muslim pengunjung diskotik tersebut bisa memicu klaster baru penyebaran Covid-19. Sebelum ini terjadi, sebaiknya Satgas Covid-19 segera menutup usaha hiburan tersebut dan masih membandel ya tangkap dan adili pengelolanya ,” ujar mantan Wakil Direktur LBH Medan itu.

Muslim mengapresiasi Satgas Covid-19 menetapkan tersangka pengelola pemandian Airos ketika mereka menimbulkan kerumunan.” Warga Medan sempat mengapresiasi gerak cepat Satgas bertindak tegas kepada pelanggar aturan Kesehatan.
Seharusnya Satgas harus bertindak sama terhadap pengelola diskotik Alectra, D’Blues dan Krypton” jelas advokat tersebut.

Baca Juga:  Senpi Dilima Polsek se-Labusel, Diperiksa Propam

Terpisah Juru Bicara Satgas Covid-19 Mardohar Tambunan mengakui pihaknya terus menerus menekan penyebaran Covid-19 diantaranya dengan melakukan sosialisasi aturan PPKM dan melakukan penertiban usaha yang melanggar aturan. “Kita terus menerus melakukan razia usaha yang melanggar aturan,” jelas Tambunan.

Menurut pantauan Wartawan, diskotik yang sebelumnya itu buka hingga dinihari sejak pandemi Covid-19.
Bahkan diakhir pekan pengelola diskotik itu menggelar acara besar-besaran mendatangkan artis kenamaan untuk menyedot banyak pengunjung.
Satgas Covid-19 sempat membubarkan acara parti di diskotik tersebut. Tapi setelah petugas bubar, diskotik tersebut kembali buka hingga dinihari.

Sebagai contoh salah satu pemilik diskotik atas nama Alex sebagai salah seorang pengelola Diskotik Alectra enggan menjawab alasan usahanya buka hingga dinihari saat pandemi Covid.” Tolong tanyakan saja sama Humas ya,”ujarnya seraya menutup ponselnya. (Tim Korwil Sumut)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *