judul gambar

Lapas Kelas IIA Pekanbaru Mulai Melakukan Pemindahan Warga Binaan Ke Blok Pengendali Narkoba (BPN)

PEKANBARU, Riau indonesiadetik.com – Dini hari Rabu (09/02/2021), petugas Lapas Kelas IIA Pekanbaru beserta petugas Blok Pengendali Narkoba (BPN) melakukan pemindahan terhadap beberapa warga binaan Lapas Kelas IIA Pekanbaru yang diperkirakan berpotensi melakukan pengendalian narkoba ke dalam Blok Pengendali Narkoba (BPN).

Dalam operasi pemindahan ini dipimpin langsung oleh Kepala Kanwil Kemenkumham Riau, Ibnu Chuldun.
Selain dihadiri langsung oleh Kakanwil Kemenkumham Riau, operasi pemindahan ini juga dihadiri oleh Kepala Divisi Pemasyarakatan beserta Jajaran serta Kalapas dan Pejabat Struktural Lapas Kelas IIA Pekanbaru.

Untuk tahap awal kali ini, sebanyak 15 orang warga binaan di pindahkan ke BPN yang merupakan warga binaan yang diperkirakan berpotensi melalukan pengendalian narkoba dari dalam Lapas.

Baca Juga:  Oknum TNI Penembak Wartawan dan Aktor Utama Eks Calon Walikota

Dalam menentukan warga binaan yang diperkirakan berpotensi melakukan pengendalian narkoba dari dalam lapas di lakukan beberapa tahapan yaitu :
-Berdasarkan penilaian setelah proses assesment yang dilakukan oleh para assesor dari pihak bapas
-Bedasarkan hasil pemantauan dari KPLP dan petugas pengamanan Lapas Kelas IIA Pekanbaru
-Bedasarkan laporan dari pihak kepolisian dan BNN.

Kakanwil Kemenkumham Riau memberikan arahan kepada seluruh petugas untuk menjalankan tugas sesuai SOP yang telah ditentukan. Kakanwil juga berharap kepada petugas BPN agar selalu meningkatkan kewaspadaan dan kehati – hatian mengingat BPN memiliki resiko yang sangat tinggi.

Seperti yang diketahui bahwa Blok Pengendali Narkoba (BPN) merupakan blok hunian yang digunakan untuk narapidana yang diperkirakan berpotensi masih mengendalikan narkoba serta memiliki resiko dan hukuman yang tinggi, ujar Ibnu.

Baca Juga:  Awas ! Gibah Di Medsos Bisa Terjerat UU

Dalam pelaksanaannya, Petugas yang berjaga di BPN sebelumnya telah melalui proses yang panjang baik itu dari asessment serta pelatihan tanggap darurat yang di latih langsung oleh pelatih dari pihak Lapas Nusakambangan. Dengan adanya sistem pemilihan petugas yang ketat serta pelatihan yang di berikan kepada petugas diharapkan petugas yang ada di BPN bisa bekerja dengan maksimal.***

Penulis : Hery Ferdian

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.