judul gambar

Labor Dinkes Diresmikan Walikota Bukittinggi Untuk Peningkatan Layanan Kesehatan

Bukittinggi, indonesiadetik.com- Walikota resmikan gedung laboratorium dinas kesehatan, Minggu (04/12). Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Anggota DPR RI, Ade Rezki Pratama. jum’at (09/12/2022)

Kepala Dinas Kesehatan, Linda Faroza, menjelaskan, dalam rangka peningkatan mutu pelayanan kesehatan di Laboratorium Kesehatan (Labkes) Pemerintah Pusat melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) Kesehatan 2022 ), memberikan kesempatan bagi Labkes untuk pengembangan laboratorium mitigasi pencegahan penyakit menular. Tahun ini labkes dapat DAK bidang kesehatan sebesar Rp 8,7 milyar.

“Dana ini ditujukan untuk rehab berat gedung kantor Rp 5 milyar, pengadaan peralatan labor Rp 3 milyar dan pengadaan instalasi pengolahan air limbah Rp 750 juta. Rehab berat gedung kantor ini, menelan dana Rp 3,9 milyar lebih dengan waktu pelaksanaan 111 hari kalender,” ungkapnya.

Gedung Laboratorium Kesehatan saat ini telah sesuai dengan standar pelayanan Laboratorium Kesehatan Kab/Kota berdasarkan pedoman desain tipikal Laboratorium Kesehatan Kementerian Kesehatan RI tahun 2021. Dan telah dapat difungsikan untuk pemeriksaan biomolekular dengan biosafety Level 2 (BSL-2).

“Gedung Labkes memiliki 4 ruang pengujian, Ruang Laboratorium Air, Ruang Laboratorium Lingkungan, Ruang Laboratorium makanan dan minuman serta Ruang Laboratorium Biomolekular. Laboratorium kesehatan masyarakat (labkesmas) untuk menghadapi penyakit infeksi yang berkembang di masyarakat. Labkes kita ini sudah bisa melakukan pemeriksaan BSL-2 untuk mitigasi atau pencegahan penularan penyakit menular,” jelasnya.

Wali Kota Bukittinggi, Erman Safar, menyampaikan, labkes ini menjadi poin penting dunia kesehatan. Bagaimana labor ini dapat melakukan pemeriksaan terhadap penyakit menular, kebersihan air dan juga makanan. Dengan lab ini, tentunya pelayanan terhadap kesehatan masyarakat dapat ditingkatkan.

“Ini adalah kabar baik untuk masyarakat Bukittinggi. Laboratorium ini bisa jadi sarana peningkatan layanan kesehatan masyarakat dan juga tambahan penghasilan daerah, karena daerah tetangga juga bisa memanfaatkan labkes Bukittinggi ini. Kedepan juga kita tengah menunggu kelengkapan untuk alat pemeriksaan covid,” ungkap Wako.

Perwakilan direktorat fasilitas kesehatan Kemenkes, Munir Wahyudi, menjelaskan, Kementerian Kesehatan berupaya melakukan transformasi sistem kesehatan dalam percepatan pemulihan pembangunan kesehatan. Transformasi sistem kesehatan ini memprioritaskan program promotif preventif di seluruh lini yang dilakukan dengan berfokus pada 6 pilar.

 

Baca Juga:  "Bangunan Liar'' kok dibiarkan??

“Pertama itu transformasi layanan primer, layanan rujukan transformasi ketahanan kesehatan, transformasi sietem pemilihan kesehatan, transformasi SDM kesehatan dan teknologi kesehatan. Sarana prasarana alat selalu ditingkatkan untuk menghadapi perkembangan penyakit infeksi, itulah yang menjadi dasar kebijakan pemerintah pusat memberikan dukungan melalui daerah atau DAK untuk seluruh laboratorium kesehatan daerah agar ditingkatkan menjadi laboratorium dengan kapasitas BSL 2, lakkesda Bukittinggi ini salah satunya,” jelasnya.

Anggota komisi IX DPR RI, Ade Rezki Pratama, mengapresiasi, pemanfaatan DAK untuk pembangunan laboratorium ini. Ini sudah menjadi sesuatu yang wajib di setiap daerah. Bahkan, saat ini menjadi salah satu labkesda terlengkap di Sumatra Barat.

“Dengan fasilitas yang ada, labkesda ini sudah bisa melakukan pemeriksaan makanan, air dan kedepan juga bisa untuk virus covid dan penyakit menular lainnya. Bukittinggi tidak perlu lagi ke daerah lain untuk melakukan pemeriksaan. Bahkan setelah adanya lab ini, tentu akan bisa melayani masyarakat dengan baik, tidak hanya Bukittinggi tapi juga daerah lain dan berdampak pada PAD Kota Bukittinggi,” ujarnya Ade.(Defrijon. Dt. RSA)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.