judul gambar
judul gambar

Korwil Sumut bersama Biro IDC Labuhan Batu, Sosialisasi Cara Mudah Melawan Debt Collector

Sumatera Utara – IndonesiaDetik.Com – Korwil Sumatera Utara Media Online Indonesia Detik.Com (IDC) Joe Sidjabat melakukan kunjungan kerja ke berbagai daerah di Sumatera Utara terkhususnya di Kabupaten LabuhanBatu.

Didampingi oleh jajaran Kabiro LabuhanBatu adalah Bung Deni Pardosi, Ramot Tamba, dan Rudi Marpaung, dalam kunjungan kerja ini memfokuskan kepada begitu maraknya debt kolektor Disana sehingga membuat tergerak hati agar terjun dan bersosialisasi kepada masyarakat untuk bagaimana cara yang humanis dalam menghadapi para tim internal ataupun eksternal debt collector dari suatu perusahaan leasing.

Belakangan memang aksi debt collector ini cukup meresahkan dan acap kali berujung mengenaskan bagi masyarakat khususnya di Wilayah Kabupaten LabuhanBatu.

Baca Juga:  Sholawat Diba menjadi rutinitas Majelis Nurul Musthofa

Tanpa basa-basi, debt collector kerap kali menarik kendaraan secara paksa yang telat membayar cicilan di jalan umum.

Alhasil penarikan paksa kendaraan tersebut terkadang mendapat perlawanan dari pemilik kendaraan.

Padahal, cara melawan debt collector tidak harus memakai otot agar tidak berujung bentrok fisik.

Menurut Korwil Sumut Media Online IndonesiaDetik.Com, Joe Sidjabat, ada empat syarat yang harus dipenuhi oleh debt collector sebelum melaksanakan eksekusi kendaraan.

“Terkait hal tersebut kami diatur harus membawa surat somasi,” ujar pria yang akrab disapa Ramot Tamba ini dalam perjumpaan kopi darat bersama rekan-rekan seperjuangannya di salah satu Coffee Shop ternama Kota Rantauprapat , pada Kamis (30/9/21).

Kemudian, debt collector sebagai eksekutor harus membawa tanda pengenal dan dapat menunjukan Sertifikat Profesi Pembiayaan Indonesia (SPPI) yang merupakan bagian sertifikasi dari APPI.

Baca Juga:  Pemotongan hewan qurban 16 ekor sapi dan 1 ekor kambing di mesjid al wustha Ganting berjalan lancar

“Artinya (debt collector) sudah lulus memiliki surat izin menagih SPPI. Kami harus tes terlebih dahulu bagaimana memahami sopan santun, etika, eksekusi tidak boleh ada kekerasan (Humanis) itu ada di dalam tesnya,” ucap Tamba.

Di akhir giat kunjungan kerja dan sosialisasi tersebut yang terkesan cukup akrab satu sama lainnya, kita juga sangat berharap agar kedepannya masyarakat supaya dapat lebih memahami bagaimana kinerja yang patut dicontoh dari para debt collector ini, dengan cara yang baik pasti akan ada solusi yang lebih humanis lagi bisa diperbuat, ucap Korwil Sumut IDC.(Tim Korwil Sumut)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *