judul gambar
judul gambar

Korwil IDC Sumut Bicara Terkait Pedagang Versus Preman

korwil
Sumatera Utara – IndonesiaDetik.Com – Korwil IndonesiaDetik.Com (IDC) Sumut Bung Joe Sidjabat angkat bicara terkait terkuaknya beberapa kejadian yang melibatkan perseteruan antara pedagang kecil dengan premanisme di AKUR COFFEE Shop Kota RantauPrapat, Kabupaten LabuhanBatu Induk pada Minggu siang. (31/10/2021)

Korwil IDC Sumatera Utara mengamati bahwa ada sedikitnya tak kurang dari lima kejadian yang menguras perhatian masyarakat di Sumatra Utara (dalam dua bulan terakhir).

Yang mana hal ini berkaitan dengan oknum aparat penegak hukum. Jadi menurut Bung Joe Sidjabat Korwil IDC Sumt dengan didampingi oleh rekan Awak Media IDC Biro Labuhan Batu Induk Bung Deni Pardosi dan Bung Rizaldy Founder Cybercrime Kota RantauPrapat, menyatakan bahwa Ini adalah kartu kuning untuk kepolisian daerah Sumatra Utara. Ucap Bung Joe di sela-sela kopi darat (Kopdar) bersama para Jurnalis lainnya yang terlihat sangat akrab di tempat tersebut.

Baca Juga:  2 Anak Dibawa Kabur, Honda Mega Pro Juga Raib

Setelah kejadian di pajak Gambir-Tembung Kab.Deliserdang, kini terjadi lagi kasus yang sama di pajak Peringgan – Kec.Medan Petisah. Korwil IDC Sumut Bung Joe IDC Sumut yang juga sudah berkolaborasi di lapangan langsung dengan Yudikar Zega, S.H., M.H. dan Partner selaku Penasehat Hukum yang cukup harum namanya di Sumut sangat merasa prihatin,
“Kita memang sangat-sangat prihatin dengan kejadian ini, kenapa peristiwa yang sebelumnya tidak menjadi pelajaran bagi aparat penegak hukum lainnya?”, Lanjut ucap Bung Yudikar Zega.

korwil
korwil indonesiadetik.com Sumut

“Orang saling melapor itu sah-sah saja, namun setidaknya aparat penegak hukum dapat melihat duduk perkara. Hukum sebab Akibat, terlebih dahulu”, sambung Bung Zega.

Siapa yang pertama melakukan tindak kekerasan dan siapa yang kemudian melakukan pembelaan diri atau mempertahankan diri.
Bung juga berharap agar PEMKO MEDAN, melalui Camat yang membawahi wilayah Pasar Peringgan, hendaklah menata ulang kembali para pedagang yang berjualan di luar area yang telah di tetapkan oleh Dirut PD.Pasarnya.

Mengapa demikian, karena inilah salah satu pemicu terjadinya gesekan sosial, terjadinya pungutan pungutan liar (PUNGLI) oleh oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab dan terkesan sangat arogan.

Peran PEMKO MEDAN dalam hal ini sangat penting dan tidak dapat di lepas begitu saja dalam pencegahan seperti kasus di atas, tujuannya agar hal serupa tidak terjadi lagi. Gerak Cepat (Gercep) KAPOLDASU beserta Jajarannya yang langsung memeriksa Kapolseknya adalah tindakan yang sangatlah tepat, termasuk Kanit Reskrim(selayaknya).

Begitu juga dengan KAPOLRESTABES MEDAN yang melakukan Restorasi Justice di kedua belah pihak, namun apakah ini menimbulkan efek jera di kemudian hari? Maka di butuhkan kajian lebih mendalam.

Kami sangat mendukung semua langkah Kongkrit dan Persuasif, namun tidak mengenyampingkan rasa keadilan bagi masyarakat yang membutuhkannya. Semoga budaya premanisme/budaya kekerasan dapat kita kubur di NEGERI SERIBU KETUA Provinsi Sumatera Utara.

“Kerja adalah jawaban untuk menghasilkan uang, bukan meminta ataupun memaksa, apapun alasannya”, jelas secara tegas Bung Joe Sidjabat menutup pembicaraannya.(Rahma)

Baca Juga:  Pegawai Koprasi (Bang Titil) Di Ciduk Polisi.
Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *