judul gambar
judul gambar

Komunitas Jelajah Sejarah Wisata dan Budaya Temukan Historis Raja Kesultanan Kota Pinang Terdahulu

Labuhanbatu, Sumut. IndonesiaDetik.Com – Hasil Riset Tim Komunitas Jelajah Sejarah Wisata dan Budaya (KJ-SWIB) Kabupaten Labuhanbatu Selatan Sumatera Utara, terkait temuan dan sekaligus menggali historis dari pada raja raja kesultanan Kota Pinang terdahulu, Ades Iskandar Nasution, menerangkan kepada wartawan, Minggu (25/07/2021)

Menurut Tim Komunitas Jelajah Sejarah Wisata dan Budaya (KJ-SWIB) Kabupaten Labuhanbatu Selatan itu, menerangkan bahwa Makam para Sultan mereka temukan ada di beberapa lokasi di Dusun dan Desa dilingkungan Kecamatan Kota Pinang, dan ada pula diluar Kecamatan Kota Pinang, diantaranya telah dapat menyimpulkan 11 tempat pemakaman Sultan tersebut

“Kita menggali sejarah Kesultanan dan raja raja di Kota Pinang dengan temuan temuan makam bersejarah yang diketahui merupakan kesultanan Kota Pinang, diantaranya yakni Sultan Batara Guru Pinang Nan Sakti yang berlokasi di Desa Bunut,” ungkapnya.

Baca Juga:  Hari Ini, 111 Kepala Desa Terpilih Kaur Resmi Dilantik

Selain itu Ades Juga menambahkan ada 10 lagi makam Kesultanan yang ditemukan yang dirangkai menjadi satu sejarah kesultanan Kota Pinang, seperti yang ke 2. Makam Sultan Mangkuto Alam Nsn Sakti: Lokasi di Desa Bunut, 3. Makam Sultan Mahaha raja Awan Nan Sakti Lokasi Di tasik, 4. Maksm Sultan Kohar Lokasi di pasir Kota.

“Dan kita menemukan yang ke 5. Makam Sultan Kumala Lokasi di Simarkaluang, 6. Makam Sultan Tua Lokasi di teluk pinang, 7. Makam Sultan Muda Lokasi di teluk pinang, 8. Makam Sultan Bongsu Lokasi areal Pemakaman Masjid Al Mustafa, 9. Makam Sultan Mutafa yang dipertuan besarkan dan berlokasi di teluk pinang,” tambahnya

Selain yang sembilan itu masih ada temuan pemakaman Kesultanan Kota Pinang yang ikut dirangkai dalam temuan bersejarah oleh KJ-SWIB Kabupaten Labuhanbatu Selatan yaitu, 10. Makam Sultan Ismail yang dipertuan Saktikan dan berlokasi diseberang jembatan Barumun Kotapinang, serta ke 11. Makam Sultan Mustafa dengan Gelar Makmur perkasa Alamsyah pemakaman di mesjid Al mustafa.

Baca Juga:  POLRES LABUHANBATU BERSAMA TOKOH MASYARAKAT MONITORING SITUASI KAMTIBMAS PADA MALAM TAKBIRAN IDUL ADHA

“Selain itu kita juga menemukan makam para Raja Raja kecil seperti, 1. Kerajaan simongi Raja Panayungan Nan sakti, 2. Kerajaan Sisumut, masih dalam tahapan dikonfirmasi, 3. Kerajaan raso, Jahinandang Raja Hasibuan, 4. Kerajaan air merah, belum diketahui masih tahapan ekspidisi,” ungkapnya lagi

Serta masih ada yang ke, 5. Kerajaan Sabungan, belum juga diketahui Ekpidisi.

  1. Kerajaan Hutagodang kita ketahui marga tambak namun belum dilakukan ekpidisi, 7. Kerajaan Langgapayung belum dilakukan Ekspedisi, 8. Kerajaan Sei toras / kampung raja belum dilakukan ekspidisi.
  2. Kerajaan Patihe Marga tanjung Belum dilakukan ekspidisi.

“Kita juga ada menemukan Kampung lama yang telah Lama ditinggalkan yakni 1. Kampung lama hafundung ditemukan makam tua dengan nama jagarang, 2. Kampung lama Polem yang berdekatan dengan Sialang bujing ditemukan makam yang sudah berusia 112 tahun, yang Wafat Tahun 1909,” terangnya

Baca Juga:  Luarrr Biasa, Lagi-Lagi Oknum K3 Salah Satu Perusahaan Swasta Diduga Menghina Wartawan Dengan Nama Binatang dan Kemaluan

Ades juga mengaku pihaknya menemukan yang ke 3. Perkampungan danau gudang ditemukan makam tua yang diindikasikan sebagai makam Wali Allah Ulama, 4. Perkampungan pasir naginjang makam tua yang tanpa tulisan di nisannya, 5. Perkampungan Tarutung yang telah lama di tinggalkan ditemukan dimakam tua dengan nisan batu yang dipahat.

“Kita juga menemukan adanya makam yang sudah terabaikan bahkan sudang menjadi puing puing, yakni penemuan yang ke 6. pesangrahan Kerajaan Sisumut yang tinggal puing puing serta penemuan yang ke 7. Kita temukan puing-puing istana Sisumut yang sudah terabaikan,” tutupnya(Edo Sihombing)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *