judul gambar

Kinerja Kejaksaan Negeri Kaur Dipertanyakan..??

Bengkulu Kaur, indonesiadetik.com – Jamaludin Warga Desa Linau,Kecamatan Maje, Kabupaten Kaur, dalam hal ini Pelapor Tindak Pidana Perzinaan sebagaimana dimaksud Pasal 284 ayat (1) huruf b KHUPidana sangat kecewa dan mempertanyakan Kinerja Kejaksaan Negeri yang tidak melaksanakan Eksekusi terkait Putusan Pengadilan Negeri Bintuhan No. 85/Pid.B/2020/PN Bhn tanggal 03 Desember 2020 Jo. Putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu No. 97/PID/2020/PT BGL tanggal 09 Febuari 2021.

Bahwa Terdakwa Peni Binti Basri, warga Desa Linau, Kecamatan Maje, dalam perkara perzinaan sebagaimana dijelaskan diatas telah di ponis Hakim Pengadilan Negeri Bintuhan dengan menjatuhkan pidana selama 9 (Sembilan ) bulan dengan dikurangi masa selama Terdakwa ditangkah, serta memerintahkan Terdakwa untuk ditahan, karena telah terbukti secara sah dan meyakinkan bersalah melakukan tindak pidana “ perzinaan “ sebagaimana yag dimaksud dalam dakwaan tunggal Jaksa Penuntut Umum.

Baca Juga:  Pemkot Bukittinggi Salurkan BPNT Sembako dan BLT Minyak Goreng Untuk warga Kecamatan MKS

Pelapor mempertanyakan maksud pihak Kejari Kaur tidak melaksanakan perintah Putusan Pengadilan Negeri Bintuhan, yang secara jelas, tegas dan terang, memerintahkan terdakwa untuk ditahan, ada apa sebenarnya dengan pihak Kejari Kaur ?, terlebih lagi dengan dipisahnya berkas perkara perzinaan tersebut, sehingga kita sebagai orang awam akan kesulitan untuk mengetahui hukuman atau ponis hakim terhadap orang dan/atau yang terlibat dalam perkara perzinaan tersebut, dalam hal ini ponis hakim terhadap Eka Saputra (lawan terdakwa Peni melakukan perbuatan perzinaa) entah apa maksud Kejari Kaur memisahkan berkas perkara tersebut, padahal menurut kami orang awam, perkara tersebut bukan perkara sulit. Yang namanya perzinaan, perkaranya tidak bersendiri, pasti ada lawannya (bersama-sama), lalu kenapa bekas mesti dipisah, ini kan jadi timbul tanda tanya, meski boleh saja dipisah berkas perkara penuntutan, tapi harus liat liat dulu perkaranya, ujar Pelapor mengungkapkan kekecewaanya kepada Jurnalis atas Kinerja Kejaksaan Negeri kaur.

Baca Juga:  Aksi Protes Warga Rebalas Menolak Isolasi Covid-19 Puskesmas Grati.

Saya sendiri taunya dan terkejut ujar Pelapor bahwa terdakwa tidak ditahan meskipun Putusan Hakim/Pengadilan telah berkekuatan Hukum tetap memponis Terdakwa 9 (Sembilan ) bulan, adalah setelah ada dari pihak kejaksaan yang mengaku dari Kejaksaan Tinggi menemui saya dirumah dan menanyakan keberadaanTerdakwa Peni, karena kebingungan dengan kejadian tersebut, saya dibantu saudara saya untuk bertanya dengan orang yang mengerti hukum, dari yang bersangkutan saya disarankan untuk meminta salinan Putusan Pengadilan Negeri Bintuhan terkait dengan perkara tersebut, agar tidak timbul pitnah atau perasangka yang tidak baik terkait dengan berbagai pertanyaan dibenak saya terhadap kinerja pihak Kejaksaan Kaur.

Dan ternyata setelah saya mendapatkan Salinan Putusan Pengadilan Negeri terkait perkara yang saya lapor tersebut, saya baru mengetahui bahwa Terdakwa berdasarkan Putusan Pengadilan Negeri Bintuhan No. 85/Pid.B/2020/PN Bhn tanggal 03 Desember 2020 di ponis Hakim dengan Penjara selama Sembilan Bulan dan diperintahkan untuk ditahan, selanjutnya berdasarkan Putusan Pengadilan Tinggi Bengkulu No. 97/PID/2020/PT BGL tanggal 09 Febuari 2021, mengadili Terdakwa dengan Menguatkan Putusan Pengadilan Negeri Bintuhan No. 85/Pid.B/2020/PN Bhn tanggal 03 Desember 2020.

Baca Juga:  Berhasil Percepat Turunkan Stunting, Kab. Bener Meriah Terima Penghargaan dari Direktur SUPD III Ditjen Bina Pembangunan Daerah Kemendagri 

Dari kejadian yang saya alami tersebut ujar Jamaludin ( Pelapor dalam perkara perzinaan) saya jadi mengerti bagaimana sulitnya untuk mengetahui hasil dari laporan kita terhadap peristiwa pidana yang kita laporkan, bahkan menurut pelapor, bisa saja terdakwa yang sudah diponis bersalah oleh Pengadilan jika tidak dimonitor oleh pelapor atau masyarakat, terdakwa akan tetap bebas berkeliaran diluar hingga masa hukuman berakhir. Pengalaman yang terlupakan seumur hidup ujar Pelapor. Ujar Jamaludin menutup pembicaraan . (Amli)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.