judul gambar

Ketua DPRD 50 Kota, Deni Asra Akhirnya Bersuara, Terkait Lambannya Serapan Anggaran

LIMO PULUAH KOTA SUMBAR .IndonesiaDetik.Com. Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota DENI ASRA, ketika dijumpai awak media di Gedung Parlemen Limapuluh Kota di Sarilamak mengatakan bahwa ” Kami di DPRD selalu berdiskusi dengan beliau (Bupati.red), tapi mengapa terjadi terlalu minimnya Serapan Anggararan. Sedangkan Bupati saya dengar sudah memerintahkan seluruh OPD untuk segera menyerap anggaran tersebut ke BK (Badan Keuangan), tapi bisa kita lihat sampai akhir Agustus ini baru terserap 6,64 % dan sisanya 93,36 % masih di BK ” paparnya kepada awak media , Senin 30 Agustus 2021.

Ketua DPRD ini menduga leletnya serapan anggaran ini dikarenakan ditahun 2021 ini telah dilaksanakan dua kali refocusing anggaran dikarenakan covid C-19, dan koordinasi antar OPD di Pemkab yang kurang baik serta ketidak mampuan OPD dalam merealisasikan kebijakan dalam hal mengeksekusi anggaran, sehingga mungkin perlu penyegaran. Kami di DPRD hanya mendorong dan kami tidak akan masuk ke dalam ” rumah tangga ” Pemkab, ujar Deni Asra.
Tapi karena ini sudah sangat janggal, makanya kami di DPRD sebagai perwakilan dari Masyarakat akan selalu menyuarakannya kepada Eksekutif (Pemkab) ” tukuk  Deni Asra.

Baca Juga:  Satlantas Polres Bukittinggi Timbun Jalan berlobang atasi Kecelakaan

Ditambahkan Deni Asra, Gambaran abstrak tentang tidak terkoneksinya dengan baik antar OPD di Pemkab bisa kita lihat dari 3 kejadian tanggap darurat (Jembatan putus) dengan dana yang sudah standby di BK, lalu eksekusinya berbeda oleh Pemkab Limapuluh kota ;Jembatan Sungai Mangkirai (Kec.Gunuang Omeh) proyeknya dikerjakan, sedangkan Jembatan yang di Simpang Sugiran (Kec.Guguak) dan satu lagi di Mungka (Talang Maua) kenapa tidak di kerjakan.? Hal ini juga sudah kami tegur Pemkab dan mudah mudahan bisa segera di kerjakan, karena Jembatan di 2 tempat tersebut merupakan Infrastruktur penghubung yang vital bagi masyarakat.
Dapat dilihat pada Dokumen Laporan Realisasi Semester I (Pertama) APBD Kabupaten Limapuluh Kota Tahun Anggaran 2021 oleh Bupati Limapuluh kota yang baru terserap sebesar 6,64 % pada bulan Agustus tahun 2021. Tutup ketua Dewan Limo Puluh Kota ini.

Baca Juga:  Peningkatan Kapasitas PSM Kabupaten Kaur Dalam Menghadapi Pandemi Covid -19

Minimnya Serapan anggaran oleh Pemkab tersebut pada tahun 2021 menimbulkan rasa penasaran di tengah tengah masyarakat yang menunggu nunggu kapan akan di realisasikan.

Dengan seretnya ekonomi di tengah Pandemi membuat belanja daerah menjadi salah satu barang mahal. Karena kalau anggaran turun, dan proyek jalan, maka akan terjadi transaksi jual beli, akan terbuka lapangan kerja dan ekonomi akan segera menggeliat. Jadi Belanja daerah akan menjadi salah satu daya dorong ekonomi masyarakat 50 kota

Ketua FPII (Forum Pers Independen Indonesia) Setwil Sumatera Barat, Riki Hidayat ketika di mintai komentarnya oleh Awak Media menyayangkan yang terjadi di Kabupaten Limapuluh Kota : ” Setiap tahun anggaran, tepatnya di bulan Juli Pemda biasanya sudah membelanjakan APBD nya di angka 80 % lebih. Ini sudah akhir Agustus masih di  angka 6 %, ada apa dengan Pemda..?? Kami bagian dari Pilar Demokrasi akan terus mendorong Pemda untuk segera membelanjakan Anggarannya, supaya Ekonomi bisa kembali berputar  ” ungkapnya kepada awak media , Selasa 31 Agustus 2021.

Baca Juga:  Walikota Dumai Diskusikan Wisata Kuliner Kota Dumai Bersama, Masyarakat Dan Pedagang

( fendy st mudo)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.