judul gambar

Ketua ABR Kecam Keras Tindakan Debit Collector Rampas Kendaraan Dijalan

Ketua ABR: Aprin Taskan Yanto

Bengkulu Kota, indonesiadetik.com – Pentingnya tindakan tegas dari aparat Kepolisian Polda Bengkulu, terkait maraknya perampasan kendaraan roda dua atau roda empat oleh kelompok pereman debit collictor dijalanan yang sangat mengganggu perjalanan masyarakat pengguna jalan, bahkan dapat mengakibatkan kecelakaan bagi pengendara kendaraan yang secara sepontan di paksa berhenti dan dirampas seperti ,terkesan penangkapan terores yang sangat tidak sepatutnya dilakukan dan itu melanggar hukum wilayah Polda Provinsi Bengkulu, Selasa 18/5/2021.

Korban permpasan yang lain Lidya Novita” Pas saat masuk bengkulu berjalan keara pantai panjang melewati Kantor Adira Finance ,setelah itu tak lama kemudian tiba-tiba ada mobil menyalip mobil kami dan secara mendadak menghadang kendaraan kami secara tiba tiba kami dihentikan dengan gaya paksa seperti pereman atau permpok yang ingin mengambil mobil kami, dan kami buka kaca mobil kami dengan secara cepat salah satu diantara mereka merampas kunci mobil kami dan akhirnya kami disuruh keluar, barula kami ditanya:
1.Tau tidak kalian kesalahan kalian apa….?jawab kami tidak taulah .
2.Kami dari Adira Finance mobil anda telah menunggak..?jawab kami gak usah terlalu kasar kayak gitu,bukan kami ini penjahat.dan merka bentak dan marah marah sembari banyak ocehan kasar
3.Ayo ke kantor Adira Finance dulu…?kami ikuti saja untuk menghindari kekerasan.
4.Baru memaksa mintak tanda tangan sekali, baru.mintak tanda tangan lagi dengan ocehan biar kami urus ini itu nanti dengan nada paksa.
Semua kami ikuti dengan tekanan dan ancaman kekerasan bentakan di camur marah marah, ungkap Lidya.
Kami berharap sekali tindakan tegas dari kepolisian Polda Bengkulu dan jajarannya segera tindak tegas Debit Collector Adira Finance ini agar perlindungan kami konsumen dapat djalankan, agar masyarakat merasakan terlindungi oleh keberadaan Polisi Ditengah-tengah Masyarakat saat ini ,pungkas Lidya

Baca Juga:  Kades Senyubuk Dan Warganya Isharyanto Peduli Dampak Covid-19 Di Masyarakat Desa.

Ketua Aktivitas Bengkulu Rafflesia (ABR) Aprin Taskan Yanto” Kita mengecam keras perbuatan debit collector Adira Finance Cabang Bengkulu yang kita nilai perlu pengambilan tindakan oleh Kepolisian Republik Indonesia dalam hal ini POLDA BENGKULU untuk segera usut dan berantas para pelangar hukum yang merampas kendaraan masyarakat mengalami penunggakkan cicilan, apa lagi belum ada putusan Pengadilan Negri” Jelas Aprin

Korban Perampasan Paksa Mobil Oleh Debit Collector: Lidya Novita

Kita sebagai lembaga kontrol paham betul akan UUD 1945 ,pasal 1 ayat (3), pasal 27 ayat (1), pasal 28D ayat (1) ,pasal 28G ayat (1) dan pasal 28H ayat (4), yang berbunyi pasal 1 ayat (3) Negara Indonesia adalah Negara Hukum.Pasal 27 ayat (1) Segala Warga Negara bersamaan kedudukannya didalam hukum dan Pemerintah wajib menjunjung hukum dan Pemerintah itu dengan tidak ada kecualinya, sedangkan pasal 28D ayat (1) Setiap Orang berhak atas pengakuan ,jaminan ,perlindungan , dan kepastian hukum yang adil serta perlakuan yang sama dihadapan hukum.Pasal 28G ayat (1) setiap orang berhak atas perlindungan diri pribadi, keluarga, kehormatan martabat, dan harta benda yang dibawa kekuasaannya ,serta berhak atas rasa aman dan perlindungan diri dari ancaman ketakutan untuk berbuat atau tidak berbuat sesuatu yang merupakan hak asasi.dan terakhir pada pasal 28H ayat (4) setiap orang berhak mempunyai hak milik pribadi dan hak milik tersebut tidak boleh diambil alih secara sewenang wenang oleh siapa pun,pungkas Aprin

Baca Juga:  Tim Gabungan Kembali Mendapati Satu Orang Yang Terindikasi Covid-19, Satu Karyawan Cafe Langsung Dibawa Ke RSD Madani Untuk Jalani Isolasi

Kejadian ini wajib kami tindak lanjuti, ke penagak hukum, ke DPRD PROVINSI BENGKUKU, Kita lakukan unjuk rasa ke Adira Finace bahkan kita ajuka Pencabutan Izin Adira Finance Di PROVINSI BENGKULU INI untuk pergi,Tegas Aprin. (Alpi)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.