judul gambar
judul gambar

Kejaksaan,Tahan Kamera dan Android Wartawan

kejaksaan
BatuBara | – indonesiadetik.com – Tanggal 22 Oktober 2021 saat Awak media menjalankan tugas profesionalnya sesuai Undang-undang PERS No 40 Tahun 1999 di Kejaksaan Negeri Batubara jalan Kuala Teuku Umar Pahang Talawi, Kabupaten Batubara, Sumatera Utara 21254 Perihal Kasus yang seharusnya Perdata menjadi Tindak Kriminal yang mana tersangka Nanda Athasi atas laporan perkara timbal balik.

Laporan Polisi Nomor LP /117/XI/2019/SU/Res B.Bara/Sek L.Puluh Tanggal 16 November 2019 atas nama Pelapor Dolitua Sitompul dan Laporan Polisi tentang dugaan pemalsuan Surat yang diduga dilakukan oleh Doli Sitompul di Polres Batubara, dengan bukti lapor nomor : STPL/23/II /2020/Batubara.

Sangat disayangkan, Awak Media tidak di izinkan untuk membawa alat rekaman, kamera maupun android jika konfirmasi di ruangan kepala seksi Tindak Pidana Umum Dian Affandi Panjaitan, S.H., di Kejaksaan Negeri Batubara

Baca Juga:  Peletakan Batu Pertama Pembangunan Gedung Kapel Dipimpin Kapolda Bengkulu

Karena Tugas Profesional Awak Media, mencoba masuk dan wawancara kepada Dian Affandi Panjaitan, S.H sebagai Kepala Seksi Tindak Pidana Umum Kejaksaan Negeri Batubara, mengatakan, “memang benar adanya perkara terkait berkas pelimpahan tersangka Nanda Athasi dan Indarti Mira Dinata dan berkas tersebut lengkap,” jelas Dian.

“Saat P21 digelar itu Tanggal 30 Agustus 2021 dan P21 A Tanggal 1 Oktober 2021 di Nomor Surat 2596, dan saya juga baru bulan April kemarin duduk disini (red kepala seksi tindak pidana umum), sebelumnya David. S yang menangani,” ujarnya.

Dilain tempat Arif, S.H selaku Kuasa Hukum Nanda Athasi dan Istri Indarti Mira Dinata, mengatakan, ” bahwa berdasarkan kejelasan Dian Affandi Panjaitan, SH tersebut di atas saya melihat Polsek Lima Puluh dan Kejaksaan Negeri Batubara, pada Substansinya tidak melaksanakan tugas penegakan hukum yang sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang dilaksanakan secara profesional, transparan dan Akuntabel terhadap setiap perkara pidana guna terwujudnya supremasi hukum yang mencerminkan kepastian hukum dan rasa keadilan,” katanya.

Baca Juga:  PT Pelindo Turunkan Alat Berat di Jalan Datuk Laksamana

“Bahwa adanya Rekayasa kasus dalam perkara klien saya Nanda Athasi dan Istrinya terkait Laporan Polisi No LP/117/XI/2019/SU/Res B.Bara/Sek L.Puluh Tanggal 16 November 2019 atas nama Pelapor Dolitua Sitompul dan Laporan Polisi tentang dugaan pemalsuan surat yang diduga dilakukan oleh seorang oknum Doli sitompul di Polres Batubara dengan bukti Nomor STPL/23/II/2020/Batu Bara,” ujarnya Arif SH.

Arif, SH juga sangat menyayangkan Kejaksaan Negeri Batubara diduga asal comot berkas yang jelas-jelas berkas kwitansi mengandung unsur rekayasa perubahan tulisan yang mana diketahui uji laboratorium forensik.

“Bahwa awal kwitansi yang ditandatangani Nanda beserta istri dalam keadaan isi kwitansi ada beberapa kosong. Hanya tulisan angka 110.000.000 Juta dan bukan tulisan huruf, dan berubah menjadi 410.000.000 dan direkayasa ada penambahan angka dan penambahan tulisan huruf,” terangnya.

Baca Juga:  HUT PP 62, MPC Pemuda Pancasila Beltim Bangkit dan Bersatu

Tidak itu saja jelas Pengacara Arif SH, “tempat, saksi dan tanggal sudah direkayasa di Kwitansi. Itu sudah dibuktikan di Laboratorium Polda Sumatera Utara. Dimana Hati Nurani Kalian?,” jelasnya Arif, SH, selaku Kuasa Hukum.(Joe)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *