judul gambar
judul gambar

KBNU Menilai MUSDA DPD KNPI Kota Medan Cacat

Medan Sumut | IndonesiaDetik.Com – Keluarga Besar Nahdlatul Ulama yang terdiri dari organisasi pemuda dan tergabung dalam banom NU yaitu GP ANSOR, Fatayat NU, IPNU, IPPNU, PMII Kota Medan tidak mengikuti Musyawarah Daerah Kota DPD Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kota Medan yang dilaksanakan kemarin di Le Polonia Hotel Jl. Jend, Sudirman No. 14-18 Medan, Sabtu 11/9/3021.

KBNU Kota Medan melalui Wakil Ketua 1 Ashari Nasution mengatakan “kami merasa ketua dan panitia sangat tidak menghormati organisasi yang ada di dalam KNPI itu sendiri, ini bukan semata hanya soal internal kami, namun juga menyangkut banyak organisasi yang tergabung di KNPI Kota Medan itu, banyak yang tidak mendapatkan undangan dan ada juga medapatkan undangan 1 hari sebelum pelaksananya acara”.

Baca Juga:  Anggota Satgas TMMD/N ke 111 Kodim 0306/50 Kota Laksanakan Apel Pagi Bersama Warga

Ashari menambahkan “ini mencerminkan pengelolahan organisasi Pemuda ini tidak serius sepihak dan tidak mencerminkan kesolidan, kebersamaan, kerukunan, tidak layak di akui sebagai hasil musyawarah organisasi pemuda” ungkap Ashari Nasution perwakilan dari KBNU Kota Medan.

Begitu juga disampaikan oleh Ketua PC IPNU Kota Medan Julhamdi Lubis “Jika mau dihormati maka belajarlah menghormati orang lain terlebih dahulu, apalagi dalam situasi KNPI banyak versi seperti sekarang ini, tentu cara mengelolanya harus bijak dan penuh kehati-hatian, bukan asal-asalan” ujarnya.

Selanjutnya KBNU meminta hal ini mendapat perhatian serius dari sekjen DPP KNPI, yang mana ketua dan panitia Musda DPD KNPI Kota Medan dinilai telah gagal dan sangat mencoreng AD/ART Organisasi dan sangat berpotensi dapat memecah belah organisasi, dan yang perlu di ingat bahwa pemilik aset terbesar dalam lembaga KNPI tersebut sejatinya adalah kami yang mewakili OKP dan OKI jadi tolong hormati itu, dan kami tidak akan membiarkan organisasi ini dirusak oleh orang orang tidak punya niat baik untuk menata KNPI lebih baik lagi, merusak kebersamaan oragnisasi pemuda di Kota Medan, yang harus dilakukan tentunya menjunjung tinggi konstitusi organisasi, mengedepankan soliditas, kemudian mengedepankan musyawarah bukan menganggap organisasi ini seperti perusahaan keluarga.(Rahma)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *