judul gambar
judul gambar

Kapolres Nunukan AKBP SA Sempat Mutasi Anggotanya Yang Dianiayanya

kapolres nunukan
 
Nunukan  – IndonesiaDetik.Com – Kapolres Nunukan, AKBP SA , menjadi sorotan usai menganiaya anak buahnya pada 21 Oktober 2021 lalu.

Penyebab Kapolres Nunukan AKBP SA menganiaya anak buahnya diduga karena merasa kesal gambar dirinya tak muncul pada aplikasi Zoom saat meeting virtual bersama Mabes Polri.

Insiden penganiayaan yang dilakukan Kapolres Nunukan  AKBP SA ini telah dibenarkan Kabid Propam Polda Kalimantan Utara, Kombes Pol Dearystone Supit.

“Iya benar (video tersebut, Red),” kata Supit saat dikonfirmasi, Senin (25/10/2021),

Mengutip Kompas.com, AKBP SA diperiksa Propam buntut aksinya menganiaya anggota.

Tak hanya itu, Polda Kaltara juga telah mencopot AKBP SA dari jabatannya sebagai Kapolres Nunukan.

“Sudah diperiksa. Tindak lanjutnya perintah Kapolda diproses tuntas.”

“Karo SDM telah menonaktifkan yang bersangkutan (dari jabatannya),” ungkap Supit.

Baca Juga:  HUT PP 62, MPC Pemuda Pancasila Beltim Bangkit dan Bersatu

Tak banyak informasi mengenai Kapolres Nunukan, AKBP SA.

Dikutip dari laman Biro SDM Polda Jateng, AKBP SA merupakan lulusan Akademi Kepolisian 1999. Kemudian di tahun 2007, ia lulus dari Perguruan Tinggi Ilmu Kepolisian (PTIK).

Sepuluh tahun kemudian, tepatnya 2017, AKBP SA  lulus dari Sekolah Staf dan Pimpinan Menengah (Sespimmen).

Di tahun 2000, ia tercatat pernah mengikuti pendidikan dasar perwira (daspa) Brimob.

Sebelum menjadi Kapolres Nunukan,AKBP SA sempat menjabat sebagai Komandan Batalyon Gegana Brimob.

Saat menjabat sebagai Komandan Batalyon Gegana Brimob, ia pernah menjadi korban ledakan gudang senjata Mako Brimob di Srondol, Semarang, Jawa tengah pada September 2019. AKBP SA satu-satunya korban dalam insiden tersebut.

Ia dilarikan ke RS Banyumanik yang tak jauh dari lokasi kejadian. Kala itu, ia hanya menderita luka ringan.

Baca Juga:  Bupati Labuhanbatu Buka Musorkablub Koni Pasca Pengunduran Ferri

“Hanya luka ringan dan sekarang sudah mau dibawa pulang,” ujar Kapolda Jawa Tengah saat itu, Irjen Rycko Amelza Dahniel.

AKBP SA Sempat Mutasi Anak Buah yang Dianiayanya

Usai menganiaya anak buanya, Brigadir SL,  AKBP SA sempat memutasinya ke Polsek perbatasan Malaysia.

Mutasi Brigadir SL itu tertuang dalam surat telegram bernomor ST/30/X/2021.

“Kapolres mengeluarkan TR mutasi kepada anggota namanya Brigadir SL yang dipukul itu dari Banit Bintara Unit PIK NIK Polres Nunukan jadi ke Polsek yang berbatasan dengan Malaysia,” kata Kabid Humas Polda Kaltara, Kombes Pol Budi Rachmad, saat dikonfirmasi Tribunnews, Selasa (26/10/2021).

Namun, setelah video penganiayaan yang dilakukan   AKBP SA viral, surat telegram itu dibatalkan.

Pembatalan itu berdasarkan perintah Kapolda Kaltara Irjen Pol Bambang Kristiyono.

Baca Juga:  PT. DDP Bantu Alat Greder Dan Compector Untuk Perbaikan Jalan Desa Gajah Makmur

“Nah TR itu perintah Pak Kapolda suruh dibatalkan dianggap batal kan perintah Kapolda.”

“Kemudian  Kapolres Nunukan dikeluarkan SKEP, rencananya dikeluarkan SKEP penonaktifan Kapolres Nunukan ,” urainya.

Diketahui, insiden penganiayaan yang dilakukan   AKBP SA bermula saat ia mencari keberadaan Brigadir SL, namun tidak ada, Ia pun emosi dan menganiaya Brigadir SL begitu anak buahnya itu muncul di hadapannya.

“Kalau yang beredar laporannya yang bersangkutan anggota PIK itu pada saat acara mungkin ada gangguan signal itu kan, itu kan bagian PIK.”

“Nah dipanggil tidak ada, mungkin Kapolres marah kan. Kalau laporan itu yang beredar di group seperti, tapi kan saya perlu klarifikasi dulu Kapolresnya seperti apa kan,” tuturnya. (**)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *