judul gambar

Kabupaten Kaur Bergejolak, Penanganan Beberapa Kasus Korupsi Mangkrak

Bengkulu, Kaur, indonesiadetik.com – Penanganan beberapa kasus korupsi Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu yang mangkrak mendapat perhatian serius oleh Ketua Dewan Pimpinan Pusat ” Perkumpulan Pemerhati dan Pengawas Korupsi Indonesia” Gurdiman Sakti, S.Kom, ketika dikonfirmasi wartawan indonesiadetik.com perihal adanya beberapa penanganan kasus korupsi yang mangkrak di wilayah hukum Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, Gurdiman Sakti, S.Kom menuturkan, perkara korupsi yang seharusnya mendapatkan perhatian serius untuk segera diungkap kebenarannya, jangan didiamkan begitu saja, seolah kasus tersebut tidak menyebabkan ketidakadilan di hati masyarakat Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, kalau sempat ini didiamkan nantinya akan menimbulkan konflik kepercayaan masyarkat kepada penengak hukum akan buruk, harusnya para penegak hukum terutama Jajaran Polres Kabupaten Kaur, Jajaran Kejari Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu Sigap dan tanggap terhadap persoalan kasus korupsi didaerah tersebut, jangan sampai terjadi perlambatan untuk lakukan penuntasan kasus korupsi.

Lebih lanjut, Gurdiman Sakti, S.Kom menjelaskan jangan sampai perkara Kasus korupsi di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu menambah daftar panjang rembetan kasus korupsi di Provinsi Bengkulu kian meningkat, karena dianggap oleh para koruptor ataupun para calon koruptor baru / pemula memiliki pemahaman ” enak lakukan korupsi di Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu, karene Penegak Hukum di Provinsi Bengkulu tidak begitu perduli dengan kasus korupsi, atau hanya akan sangat cepat ketika menangani kasus pencurian ayam, ungkapnya dengan lugas”.

Adanya beberapa kasus dugaan korupsi yang akan menjadi tuntutan pada demo damai (Senin, 28/09/2020) yang ditujukan kepada Polres Kabupaten Kaur dan Kejari Kabupaten Kaur Provinsi Bengkulu menunjukkan adanya dugaan perlambatan penanganan kasus korupsi, maka sebaiknya lembaga tersebut untuk segera menindaklanjuti dan fokus menangani masalah korupsi yang ada di Kabupaten Kaur, diantaranya :
a. Pengusutan dugaan Alkes.
b. Pengusutan dugaan kasus pencetakan sawah baru.
c. Pengusutan dugaan kasus rumah dinas bupati kaur.
d. Pengusutan dugaan kasus pemotongan dana B.O.K di setiap Puskesmas.
e. Dana covid-19 dari APBD dan Kementerian untuk tenaga kesehatan dan beberapa dugaan kasus KKN lainnya, hingga tuntas sampai terungkap semuanya, lebih cepat lebih baik. tutupnya.(Parizal)

Bagikan :
Baca Juga:  Wakalemdiklat Polri: Soliditas TNI-Polri Jamin Proses Pembangunan Nasional¬†

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.