judul gambar
judul gambar

Judi Tembak Ikan Joker 88, Hitam Putih, ‘SS’ dan ‘Surya 999’ Makin Berkiprah di Kota Medan tanpa mengindahkan PPKM Level 4

Medan Sumut | IndonesiaDetik.Com – Paska perpanjangan pemberlakukan PPKM Level 4 di Kota Medan, tak sedikit masyarakat berkeluh kesah dan khawatir akan keberlangsungan kehidupan ekonominya tak tercukupi.

Pasalnya, ketika penggerakan masyarakat dibatasi tentu banyak rumah toko, warung, kedai, cafe dan lainnya akan tutup alias tidak beroperasi di Kota Medan, Sumatera Utara, Jum’at (13/8/2021).

Tetapi ironis, dikala PPKM Level 4 yang berlaku hingga Agustus 2021 ini ternyata sebagian “tak berlaku” bagi mafia judi atau penggila judi di Kota Medan.

Walau kabarnya ada lokasi judi yang ditutup karena pengunjung sepi, namun masih lebih banyak lokasi yang beroperasi hingga 24 jam.

Betapa tidak, arena perjudian berupa gelanggang permainan (gelper) atau dijuluki judi tembak ikan saat ini makin menggurita dan berkembang pesat serta kiprahnya memuncak di Seluruh Kecamatan Kota Medan.

Diketahui, hampir semua Kecamatan di Kota Medan judi tembak ikan ini tak sulit menemukannya dan banyak di pemukiman warga, gang gang kecil, warung sederhana, tempat cuci mobil, di ruko ruko, di pasar pasar bahkan dekat kantor Polisi sekalipun juga ada ditemukan bebas beroperasi tanpa hambatan.

Mesin judi tembak ikan ini memiliki kode tertentu, kendati model dan type meja ikan tampak mirip namun masing masing memiliki kode rahasia tertentu yang berbeda beda.

Dilansir pula dari LIDIK.ID, bahwa kode rahasia meja judi tembak ikan ini paling dominan ditengah masyarakat Kota Medan, setidaknya ada 2 (dua) kode rahasia dengan “mafia judi” yang berbeda.

Baca Juga:  Kapolda Riau Musnahkan 189 Sabu Dan Ekstasi Serta Perintahkan Tangkap DPO Debus

Ia adalah merk Joker 88, Hitam Putih, SS dan Surya 999 (pengganti merek TK Rejeki). Dan meja ikan dengan kode rahasia lain masih banyak yang beredar tapi tak begitu terkenal dipasaran.

Bisnis ‘haram’ ini cukup menggiurkan dikalangan mafia judi di Kota Medan, selain omzetnya besar juga tidak perlu bersusah payah mendapatkan pundi pundi uang.

Hanya mengelola 1 atau 2 lebih meja saja, maka bisa meraup ratusan juta rupiah. Dan nyaman pula beroperasi di Kota Medan yang dijuluki slogan “Ini Medan bung” itu.

Namun, kali ini yang dibahas judi tembak ikan dengan kode rahasia “SS” saja. Akhir akhir ini mesin judi tembak ikan merk ini terus ‘marak’ di berbagai lokasi.

Diketahui, mesin judi ini dikelola pengusaha inisial SS yang kini sedang ditahan di sel tahanan Polrestabes Medan karena tersangkut kasus kekerasan terhadap wartawan karena ia sebagai otak intelektualnya.

Berbeda dengan mesin judi tembak ikan buatan lokal atau yang banyak tersebar saat ini, mesin judi tembak ikan ini terus berkiprah yang konon katanya memiliki modal besar.

Tindakan pengelola lapak perjudian ini jelas-jelas sudah melecehkan Aparat Penegak Hukum (APH) karena nekat melanggar Undang-undang sesuai Pasal 303 ayat (1) KUHP, yang berbunyi : Diancam dengan kurungan paling lama empat (4) Tahun atau Denda paling banyak Sepuluh Juta Rupiah.

Baca Juga:  Berbekal Pengalaman dan Dukungan Masyarakat, Azhar Maju Pilkades Serentak 2021

Bisnis judi ini dikabarkan sudah hampir setahun beroperasi. Dengan jumlah mencapai ratusan unit yang tersebar di sejumlah wilayah kecamatan di Kota Medan

Joe Jabat, seorang warga Sekip Medan mengaku sejak ada mesin judi ini, lokasi perjudian itu semakin ramai. Pasalnya para pemain penasaran dengan kelebihan mesin itu.

Joe Jabat

“Mereka mencoba dan merasa semakin tertantang untuk terus bermain,” ujarnya, pada Jum’at (13/8/2021).

Sehingga tidak mengherankan jika dilokasi-lokasi mesin judi tembak ikan merek SS selalu ramai didatangi pemain.

Sementara, seorang ibu rumah tangga bernama Martha Samosir warga Namo Gajah juga mengaku resah atas adanya permainan judi yang berkedok game ketangkasan ini.

“Suami saya jarang memberi setoran, karena tiap hari main judi terus, anak pun mengeluh karena untuk biaya sekolah sudah nunggak, gara gara judi tembak ikan itu” ujarnya.

Ia berharap lokasi-lokasi judi berkedok game ketangkasan ini dibubarkan aparat penegak hukum karena sudah meresahkan masyarakat.

“Kalau sudah palak, omak-omak pulak nanti yang grebeknya,” ujarnya sambil senyum.

Sebagai Salah satu Contoh kegiatan perjudian di Desa Durin Simbelang tersebut diduga sudah berlangsung hampir satu tahun dan belum pernah sekali pun polisi berhasil menangkap pemilik lokasi dan bandarnya.

“Nah, ada apa? Kenapa polisi tak pernah bisa menangkapnya? Tapi pertanyaan sebenarnya bukan itu. Tapi maukah polisi menangkapnya?,” papar warga penuh kesal.

Amatan awak media IndonesiaDetik.Com, untuk menuju ke lokasi perjudian nomor satu di Kawasan Deli Serdang tersebut, pengunjung harus membuka kaca mobil yang dimana ada beberapa portal dijaga oleh sejumlah pria yang  suruhan dari bos pengelola lokasi perjudian.

Baca Juga:  PT. CBS WAJIB MEMPERBAIKI INFRASTRUKTUR YANG RUSAK DI DESA PENYANDINGAN

“Kami sih sebenarnya resah bang, karena banyak pemain judi yang datang dari luar daerah ke lokasi ini, untuk bermain judi dadu putar, banyak jenis perjudian di dalam, kami sebagai warga hanya bisa pasrah saja desa kami ini dijadikan lokasi judi, habis kami tidak berani melawan mereka, karena saya dapat kabar bahwa pengelola judi itu juga dekat dengan aparat dan petingginya,” ujarnya.

“Lokalisasi judi tersebut hanya tutup siang saja bang malamnya mereka ramai, kalau kami sih warga setempat jangan di bawa bawa nama kami ya bang, karena kami takut kenapa kenapa, kalau bisa sih langsung dari Mabes Polri yang gerebek lokasi judi itu.” pungkasnya.

Sementara Humas Poldasu Kombes Hadi saat di konfirmasi wartawan Melalui Pesan Singkat WhatsApp mengatakan ” Nanti kita Selidiki dan akan kita tindak lanjuti “tutupnya.

Sekedar diketahui pula, bahwa Kapolrestabes Kombes Pol Riko Sunarko lah sebagai pimpinan wilayah Polri di Kota Medan ini.

Dan, selaku Kapolda Sumatera Utara pimpinan Polri tertinggi di Sumut adalah Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak yang juga mantan Direktur Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) itu.(Tim-Korwil Sumut)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *