judul gambar
judul gambar

Istri Siri Di Pasuruan, Gorok Leher Suami Saat Tidur Gara-Gara Uang Rp 500.000,-

Jawatimur, Pasuruan, indonesiadetik.com – Konferensi pers ungkap kasus tindak pidana pembunuhan yang dilakukan seorang perempuan (inisial) SA (39) (istri siri) terhadap Eko Setyo Budi, merupakan suaminya sendiri. Bertempat di Joglo Parama Satwika, Mako Polres Pasuruan Kota. Senin (2/11/2020)

Dalam keterangan saat pers release di hadapan insan media dikatakan bahwa tragedi berdara tersebut terjadi pada hari Kamis (29/10/2020) sekira pukul 05.30 Wib. Dini hari di sebuah rumah milik korban Dusun Gunungan, Desa Nguling, Kecamatan Nguling, Kabupaten Pasuruan

Adapun pemicu kejadian di paparkan oleh Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, dalam jumpa pers nya, bahwa yang menjadi pemicuhnya berawal dari uang senilai Rp 500.000,- yang di ambil oleh korban Eko Setyo Budi, dari tabungan tersangka (SA) sementara uang tersebut akan dikirimkan ke anaknya di Malang

Baca Juga:  Penerimaan Anggota PPS di Komisi Pemilihan Umum Kabupaten Kaur Diduga Pakai Uang.

Pemicunya uang Rp 500.000,- kemudian terjadi cekcok yang disertai kekerasan fisik,” ujarnya Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman

Lebih lanjut Kapolres Pasuruan Kota AKBP Arman, membeberkan kronologi kejadian yang menyebabkan (SA) tega membunuh korban Eko Setyo Budi, suaminya sendiri dengan cara yang tergolong sadis, yaitu menggorok lehernya sebanyak tiga kali menggunakan pisau dapur ketika korban sedang tertidur, hingga meninggal dunia

Selain dipicu cekcok prihal uang, tersangka mengaku sontak teringat perlakuan korban dimasa lalu, yang sering memukul dirinya, lebih lagi tersangka juga ingat kalau pernah dijebloskan ke penjara oleh korban. Akhirnya (SA) gelap mata dan melakukan aksinya terhadap suaminya sendiri saat tertidur,” imbuh AKBP Arman

Baca Juga:  Berharap Hutang Piutang Tidak Ke Pidana

Atas kejadian tersebut, tersangka (SA) saat ini diamankan jajaran Satreskrim Polres Pasuruan Kota berikut barang bukti, untuk mempertanggung jawabkan perbuatannya. Dengan jerat pidana melanggar pasal 338 KUHP dan diancam dengan pidana penjara pling lama 15 (lima belas) tahun. (sofi)

Bagikan :

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *