judul gambar

IRT Dianiaya Tetangga Sampai Babak Belur, Pelaku Tantang Polisi untuk di Tangkap

Bukittinggi, indonesiadetik.com – Sabtu 13 Agustus 2022. Ibu Rumah Tangga Silvia Rahmi(35) warga jl. Sutan Syahrir, Tarok Dipo kota Bukittinggi dianiaya dan keroyok lima orang, yang merupakan tetangga nya sendiri pada Sabtu,13/8/2022 sekitar pukul 08’00 WIB Pagi Tadi.

Korban sudah melaporkan Kejadian ini kepada pihak yang berwajib, akan tetapi sampai sekarang belum ada tindakan apapun, baik masalah keamanan Korban maupun Pengamanan Pelaku.

Korban mengatakan, Kami sudah melaporkan kejadian ini kepada pihak yang berwajib akan tetapi sampai sekarang belum ada Tindakan, apakah ditunggu dulu 2 keluarga saling serang menyerang. Minimal Pihak Aparat Keamanan memberikan solusi agar masalah ini tidak berlarut larut.

Kami sebagai Korban minta perlindungan kepada aparat makanya kami melapor, sampai sekarang kami masih bersembunyi dirumah tetangga yang lain karena kami sampai sekarang tidak berani kembali kerumah, jadi kami harap pihak berwajib agar segera mengamankan situasi dan kondisi dan bisa menjamin keamanan kami sekeluarga. Ujar Silvia

Baca Juga:  Satpol PP bekerja Humanis dalam menegakan Perda di Kota Bukittinggi

Silvia menceritakan awal mula kejadian kepada media, Saya sedang menyapu diteras rumah tiba-tiba bapaknya lewat, lalu istrinya marah-marah ke saya, disaat saya kembali ke rumah, tiba – tiba anak-anaknya dan menantunya menyerang saya, Pelaku adalah YS(50),TT(30),dan tiga orang keluarganya yang lain.

“Kejadian sempat di lerai oleh tetangga yang lain, setelah di depan pintu langsung saya di gampar oleh menantunya yang merupakan bukan warga disini, ia pun juga bilang ” lapor saja ke polisi, mana bisa Polisi nangkap saya,” ucap Silvia menceritakan.

“Lanjut Silvia sementara itu saya cuma berdua di rumah sama anak (3) tahun, anak hanya trauma melihat ibunya yang babak belur dihajar,”tuturnya.

Baca Juga:  Terima Sertifikat CSFA dari BPK, Kapolri Ingin Personel Polisi Miliki Kemampuan Auditor

Mendapat telpon dari saksi suami korban Ferdi (42) yang berprofesi sebagai sopir (online), langsung pulang ke rumah, setibanya di depan pintu ia pun menerima hadiah bogem mentah dari pelaku  pria (menantu).

Sementara itu AN ketua RT membenarkan kejadian itu, bahkan sudah mencoba memediasi kejadian tersebut, namun keluarga pelaku tetap dengan arogansinya. Kata pak RT itu.

Dari peristiwa itu, korban mengalami luka memar di bahagian wajah sebelah kiri dan kanan,bahu,dada, luka-luka di bagian kaki dan suaminya memar di bahagian lehernya. Kondisi korban sempat lemah saat kejadian karena dianiaya. Lalu oleh suaminya dibawa ke rumah sakit untuk di visum.

Dijelaskan didalam Hukum yang berlaku untuk kekerasan pada Perempuan, Kekekarasan sedang hukaman paling lama lima tahun penjara Terdapat dalam pasal 351 KUHP jo Pasal 170 KUHP bahwa setiap pelaku yang melakukan perbuatan tindak pidana pengeroyokan secara terang-terangan diancam pidana penjara paling lama 5 tahun 6 bulan. (Defrijon. Dt. RSA)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.