judul gambar
judul gambar

Gegara Buah Sawit, Nyawa “Alpira” Pantai Sari karang Dapo Melayang

Murtara, indonesiadetik.com – Pengeroyokan yang menyebabkan nyawa melayang terjadi di desa pantai kartasari kecamatan karang dapo, kabupaten Musi Rawas Utara, kejadian ini terjadi pada pada rabu 05 Mei 2021, dimana pelaku masing-masing bernama Cik Azuan (52) dan Asrol Janata (22).

Kedua pelaku pembunuhan tersebut, kini sudah di amankan oleh pihak kepolisian, salah satu pelaku diamankan saat berobat di rumah sakit kota Lubuklinggau, dan saat di amankan pelaku tidak melakukan perlawanan.

Korban aksi sadis keduanya, adalah Bambang Alpira yang juga merupakan salah satu warga desa pantai sari. Kejadian ini terjadi ketika korban masih berada di kebun karet miliknya, sekitar pukul 13.30. Sebelum terjadi pembunuhan sempat terjadi cek cok antara pelaku dan korban, penyebabnya di karenakan buah sawit pelaku sering hilang.

Baca Juga:  Enam Polda Jadi Prioritas Tangani Karhutla

Kapolres Muratara AKBP Eko Sumaryanto S.IK melalui kasat reskrim AKP Dedi Rahmad Hidayat, kepada indonesiadetik.com mengukapkan bahwa kejadian tersebut memang benar terjadi, dan kedua pelaku sudah berhasil diamankan, salah satunya saat sedang berobat di salah satu rumah sakit yg ada di kota Lubuklinggau.

Saat di temukan, korban dalam keadaan terlungkup dan mengalami luka bacok pada bagian leher, setelah melakukan penyidikan di dapatkan informasi bahwa pelaku pembunuh berjumlah dua orang dan salah satu pelaku juga mengalami luka pada bagian tangan kanan, kemudian pihak keluarganya membawa salah satu pelaku ini ke rumah sakit di kota Lubuklinggau untuk di mendapatkan pertolongan.

Setelah mengantongi nama pelaku, kemudian tim Beruang polres Muratara langsung bergerak cepat meluncur ke RS yang berada di kota Lubuklinggau untuk segera mengamankan pelaku. Kedua pelaku ini dijerat pasal 338 KUHP tentang pembunuhan dengan ancaman minimal diatas 20 tahun penjara.

Baca Juga:  Mencegah Penyebaran Virus Covid-19, Polsek Kaur Tengah Adakan Kegiatan Peningkatan Kepatuhan Prokes

Dok. Meri (*)

Bagikan :

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *